April 25, 2026

Pastor Pius Heljanan, MSC Ajak Umat di Lauran untuk Introspeksi Diri Sebelum Mengoreksi Sesama

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Lauran, Saumlaki — Senin, 23 Juni 2025 — Suasana pagi di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus (HKY) Lauran terasa sejuk dan penuh keheningan saat umat berkumpul mengikuti misa pagi yang dipimpin oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki HKY Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Dalam homilinya, Pastor Pius Heljanan, MSC mengangkat pesan Injil yang sarat makna, mengajak setiap pribadi untuk lebih banyak melakukan introspeksi diri sebelum sibuk menilai atau mengoreksi orang lain.

“Benahi Dirimu Sebelum Benahi Sesama”

Dengan merujuk pada Injil Matius 7:1-5, Pastor Pius menegaskan pentingnya pembenahan diri sebagai langkah utama dalam hidup beriman.

Ia mengingatkan umat agar tidak mudah menghakimi atau menilai kekurangan orang lain, tanpa terlebih dahulu melihat dan memperbaiki kelemahan diri sendiri.

“Keluarkan dahulu balok dari matamu sendiri,” demikian kutip Pastor Pius dari Sabda Yesus, menekankan bahwa kebanyakan orang justru lebih sibuk menunjukkan kesalahan sesama dibanding menyadari dan memperbaiki kekeliruannya sendiri.

Menurutnya, ada kecenderungan manusia untuk selalu meminta orang lain menata diri, sementara ketika dirinya sendiri ditegur atau dikoreksi, justru menolak, membela diri, atau merasa benar.

Kerendahan Hati Jadi Kunci Perbaikan Diri

Pastor Pius mengingatkan bahwa orang yang rendah hati akan dengan tulus menerima teguran demi kebaikan dan kesucian hidupnya.

“Jangan jadikan dirimu sebagai standar kebenaran, kesucian, atau keadilan. Orang rendah hati tahu diri, mau dikoreksi, dan terus berupaya memperbaiki diri,” tegas Pastor Pius.

Pesan sederhana namun dalam ini diharapkan dapat menggugah umat untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, dan kejujuran dalam menilai diri sendiri. Dengan demikian, relasi dengan sesama pun akan diwarnai kasih, pengertian, dan damai.

Membangun Komunitas yang Rendah Hati

Dalam akhir homilinya, Pastor Pius mengajak umat Paroki HKY Lauran untuk membangun komunitas iman yang saling menopang, bukan saling menghakimi.

“Marilah kita menjadi pribadi yang mampu melihat ke dalam diri sendiri, mau dibentuk dan dibenahi oleh Tuhan, agar layak membantu sesama bertumbuh dalam kebaikan dan kebenaran,” pesan penutup Pastor Pius.

Misa pagi itu memberi pesan reflektif bagi setiap umat, bahwa perjalanan iman bukan sekadar melihat kekurangan orang lain, melainkan perjalanan panjang membenahi diri dalam terang kasih Allah.