May 4, 2026

Pentingnya Kolaborasi antara Pemerintah, Masyarakat, dan Sektor Swasta untuk Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan dan Peningkatan Kesejahteraan di Kabupaten Garut

konsultan1

Dilaporkan oleh Hasantoha Adnan)*

Garut, 31 Desember 2024-suaraanaknegerinews.com|Pemerintah Kabupaten Garut menggelar kegiatan Diseminasi Draft Akhir Dokumen Pengembangan Wilayah Terpadu (IAD) berbasis Perhutanan Sosial Kabupaten Garut 2024-2045 di Aula Citarum, Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Garut. Acara ini mengundang berbagai pihak terkait untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, masyarakat sipil, dan sektor swasta.

Kegiatan ini menandai pentingnya program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman dalam mendorong pengelolaan hutan sosial melalui Forest Programme V (FP V). Dirjen Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat, Enik Ekowati, dalam sambutannya menekankan, “Kolaborasi yang terjalin dalam program ini adalah langkah konkret untuk mencapai pembangunan daerah yang seimbang antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, turut memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan kawasan terpadu ini, dengan menegaskan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat Garut. Hal ini menjadi salah satu cara untuk memastikan hutan menjadi pendorong kemajuan ekonomi, bukan sumber kemiskinan.

Masterplan IAD Garut 2025-2045 yang diluncurkan mencakup pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, bambu, dan hortikultura, serta mendorong keberlanjutan lingkungan melalui pola agroforestri dan ekowisata. Proyek ini juga akan memperkuat sinergi antara berbagai pihak dalam meningkatkan kapasitas ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan serta energi terbarukan.

Selanjutnya, kepala Bappeda Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, memaparkan langkah-langkah konkrit dalam pengembangan IAD Garut yang disusun melalui proses partisipatif, dengan mencakup identifikasi lokasi dan potensi komoditas unggulan. Beberapa kecamatan prioritas yang ditargetkan untuk pengembangan adalah Cisurupan, Cikajang, dan Pasirwangi, dengan rencana implementasi yang terbagi dalam empat tahapan selama dua dekade mendatang.

Mengakhiri acara, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut menegaskan bahwa IAD Garut akan menjadi model pengelolaan wilayah terpadu yang dapat direplikasi di daerah lain. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Garut.

Sebagai simbol konkret dari komitmen ini, kegiatan ditutup dengan pemberian hibah alat ekonomi produktif kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Buana Mukti yang mengembangkan ekowisata berbasis paralayang dan camping ground di Bukit Haruman Jingga, Garut Utara.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Bappeda Kabupaten Garut di Jl. Patriot No. 8, Tarogong Kidul, atau melalui telepon (0262) 233063.

)*Hasantoha Adnan adalah  Konsultan IAD untuk project FP-V