Perjamuan Kudus di GBI Milos Saumlaki: Ibadah Penuh Sukacita dan Harapan Rohani
Oleh : joko
Perjamuan Kudus di GBI Milos: Sukacita Iman dari Tanimbar untuk Nusantara, Lima Tahun Penantian, GBI Milos Lumasebu Siap Terima Rekomendasi Kemenag
Ibadah Minggu dan Perjamuan Kudus di GBI Miracle of the Lord in Solafide (Milos), Saumlaki, berlangsung penuh pengurapan, pujian, dan harapan. Pesan rohani dan sukacita membuncah dari tanah Duan Lolat.

http://suaraanaknegerinews.com | SAUMLAKI, 3 Agustus 2025 — Suasana penuh pengharapan dan sukacita rohani mewarnai Ibadah Minggu sekaligus Perjamuan Kudus di Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (Milos) Saumlaki, yang terletak di Jalan Ir. Soekarno, belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Ibadah dimulai dengan sapaan hangat dari Pelayan Tuhan Pieter Batlajery yang menyambut jemaat dengan penuh kasih. Lagu pujian “Tuhan adalah Alpha dan Omega” serta “We Give You All the Glory” membuka suasana ibadah yang syahdu dan menggetarkan hati.

Doa Penyertaan: Kuasa Tuhan Hadir di Tengah Jemaat
Evangelis Ir. Pieter Batilmurik memimpin doa penyertaan yang dalam dan penuh pengharapan.
“Kami bersyukur, tak habis-habisnya kasih Tuhan,” ucapnya lirih namun tegas.
Ia mendoakan para pelayan dan jemaat agar dilepaskan dari beban, sakit, dan kegelapan, serta mengalami lawatan Tuhan secara pribadi.

Pujian dan Penyembahan: Hati yang Terbuka, Iman yang Bertumbuh
Pujian berlanjut dengan lagu “Kau Sahabatku dan Kau Saudaraku” disusul oleh tarian rohani yang menggugah, dipandu kembali oleh Pelayan Tuhan Pieter Batlajery.
Jemaat terlihat bersukacita, berpegangan tangan dalam harmoni iman. Lagu penyembahan “Bapa, Sentuh Hatiku” mengalun lirih, mengajak jemaat merenung dan membuka hati di hadapan Sang Pencipta.

Khotbah: Jangan Bersandar pada Kekuatan Manusia
Khotbah utama disampaikan oleh Pdt. Simson Adrian Oraplean, Ketua Wilayah GPSDI KKT-ARU, yang mengajak jemaat untuk selalu mengandalkan Tuhan.
“Celakalah orang yang mengandalkan kekuatan manusia dan melupakan Allah,” kutipnya dari Yesaya 31:1–3.
Ia mengajak jemaat untuk membangun iman lewat doa, membaca firman dengan suara lantang, dan menanamkan nilai rohani pada anak-anak sejak dini.
Dalam refleksi atas 2 Raja-raja 18:5–8, Pdt. Simson menekankan pentingnya hidup benar dan menjauhi konspirasi. “Tuhan pasti menolong mereka yang hati dan perbuatannya sejalan dengan Firman.”

Perjamuan Kudus: Tubuh dan Darah Kristus untuk Pemulihan
Gembala Sidang GBI Milos, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, memimpin Perjamuan Kudus dengan penuh penghayatan.
Ia menyampaikan syukur bahwa Tuhan telah memberikan kekuatan, hikmat, dan pemulihan kepada umat-Nya.
“Kita terima tubuh dan darah Kristus sebagai bentuk iman dan penyatuan dalam kasih Allah,” ungkapnya.

Informasi Pelayanan Sepekan & Harapan untuk GBI Lumasebu
Ibu Joice Jhulia Romroma, selaku sekretaris jemaat, membagikan agenda pelayanan mingguan, mulai dari Ibadah Pemuda, Menara Doa, Latihan Musik, hingga Ibadah Komsel dan Doa Puasa.
Gembala Sidang juga mengabarkan kabar menggembirakan bahwa jemaat GBI Lumasebu segera menerima rekomendasi resmi dari Kementerian Agama RI setelah lima tahun menanti.

Doa Penutup dan Berkat: Sukacita Mengiringi Perjalanan Pulang
Doa persembahan dipimpin oleh Pelayan Tuhan Marten Batmanlussy, diiringi lagu “Tuhan Yesus Paling Baik.”
Lagu penutup menyentuh hati jemaat dengan pesan pengharapan dalam badai kehidupan: “Yesus Perhatikan Setiap Tetesan Air Mata.”
Dalam doa penutup yang dipenuhi semangat profetik, Pdt. Heberth mendoakan seluruh jemaat, khususnya dari Desa Lumasebu yang hadir menerima Perjamuan Kudus.
Ia juga menyerahkan para pelatih musik dan anak-anak yang tengah digembleng untuk menjadi pemuji masa depan.
“Ia mengenal hati yang penuh penyesalan. Di tengah arus pencobaan, Yesus tetap menjadi jangkar kehidupan,” tutupnya, sebelum melantunkan lagu penutup “Bapa Terima Kasih” dan mengajak jemaat menerima berkat Tuhan.

Jemaat Pulang dengan Sukacita
Setelah doa penutup dan berkat, jemaat meninggalkan gereja dengan hati penuh damai dan sukacita.
Gembala Sidang masih menyempatkan memberi doa khusus bagi jemaat Lumasebu, yang akan menempuh perjalanan darat kembali ke kampung halaman.
Kebersamaan ini diakhiri dengan momen foto bersama, jabat tangan, dan senyuman yang menggambarkan bahwa ibadah hari itu bukan sekadar rutinitas, melainkan perjumpaan sejati dengan Tuhan.