April 19, 2026

Pertama di Indonesia Lahirkan 5000 Pantun KBC : Kepala MAN Kota Serahkan Piagam Penghargaan Kepada GTK Penulis 

IMG-20260105-WA0114

Sawahlunto (Humas) 5 Januari 2025, Di bawah langit Sawahlunto yang teduh dan sarat sejarah, sebuah peristiwa bermakna lahir dari Lembaga pendidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan nilai literasi, kebersamaan, dan kecintaan terhadap sastra Nusantara.

Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro secara resmi memberikan apresiasi kepada seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) atas keberhasilan mereka menyelesaikan sebuah karya monumental: buku 5.000 Pantun KBC.

Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk sertifikat penghargaan yang diserahkan dengan penuh khidmat. Sertifikat itu bukan hanya lembaran kertas bertinta, melainkan simbol pengakuan atas dedikasi, ketekunan, dan daya cipta insan pendidik yang tak henti menyalakan api literasi di tengah arus zaman.

Dalam sambutannya, Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian kolektif tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menyusun dan menyelesaikan buku 5.000 Pantun KBC adalah bukti nyata bahwa guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai penjaga peradaban dan penumbuh nilai-nilai budaya bangsa.

“Pantun bukan sekadar rangkai kata. Ia adalah napas budaya, jembatan nilai, dan warisan kearifan lokal. Melalui karya ini, GTK MAN Kota Sawahlunto telah menorehkan jejak yang akan dikenang, tidak hanya oleh madrasah, tetapi juga oleh generasi setelah kita,” ungkap Dafril Tuanku Bandaro

Buku 5.000 Pantun KBC lahir dari proses panjang yang melibatkan kolaborasi, diskusi, dan perenungan. Setiap bait pantun menjadi saksi semangat kebersamaan, mencerminkan nilai pendidikan, moral, keislaman, serta kearifan lokal yang diramu dengan keindahan bahasa. Karya ini menjadi bukti bahwa sastra dapat tumbuh subur di lingkungan madrasah, berdampingan dengan ilmu pengetahuan dan nilai religius.

Para GTK yang menerima sertifikat tampak menyambut penghargaan ini dengan rasa syukur dan bangga. Bagi mereka, apresiasi tersebut menjadi energi baru untuk terus berkarya dan berinovasi. Lebih dari itu, penghargaan ini memperkuat keyakinan bahwa kerja literasi, sekecil apa pun langkahnya, akan selalu menemukan maknanya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen MAN Kota Sawahlunto sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif menumbuhkan budaya literasi dan sastra. Madrasah hadir sebagai ruang subur bagi lahirnya gagasan, keindahan bahasa, dan karakter mulia.

Dengan terbitnya buku 5.000 Pantun KBC dan pemberian apresiasi ini, MAN Kota Sawahlunto kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Sebuah pesan pun menggema: bahwa dari madrasah, sastra dapat bersemi, dan dari pantun, nilai-nilai kehidupan terus diwariskan.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB