Pertobatan Adalah Jalan Pulang: Renungan Pagi Bersama Pastor Pius di Tanimbar Selatan
Oleh : Johanis Kopong
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Jumat pagi, 27 Juni 2025 — Di tengah hening pagi Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, suasana di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus terasa syahdu. Dalam momen yang penuh refleksi itu, Pastor Pius Heljanan, MSC, yang menjabat sebagai Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, menyampaikan pesan rohaninya yang menyentuh hati: “Jadikan hatimu gembala yang baik bagi sesama.”
Menemukan Kembali Domba yang Hilang
Mengangkat inspirasi dari Injil Lukas 15:3-7, Pastor Pius menekankan pentingnya peran umat Katolik dalam menjangkau kembali sesama yang mulai menjauh dari gereja dan dari Tuhan.
Ia menyebut mereka sebagai “domba yang hilang ” jiwa-jiwa berharga yang harus ditemukan dan dibawa pulang ke pelukan Sang Gembala.
“Bergembiralah bersama dengan Aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan,” ucap Pastor Pius mengutip firman Tuhan, menandaskan bahwa tidak ada satu pun jiwa yang ingin Tuhan biarkan tersesat.
Pertobatan: Jalan Pulang ke Hati Allah
Menurut Pastor Pius, keterpisahan manusia dari Tuhan sering kali terjadi karena dosa yang disengaja maupun tidak disadari.
Namun, rahmat Allah selalu tersedia bagi siapa pun yang ingin kembali. “Pertobatan adalah jalan kembali untuk mengalami kasih Allah serta pemulihan hubungan dengan-Nya,” jelasnya.
Ia mengajak umat untuk membuka hati, menjadi alat Tuhan, dan terlibat aktif dalam mengantar sesama yang terluka, kecewa, atau terasing kembali ke dalam pelukan kasih ilahi.
Hati Seorang Gembala
Pastor Pius menggarisbawahi bahwa Tuhan rindu setiap umat menjadi gembala yang baik, berhati lembut, sabar, dan penuh kasih.
“Tuhan ingin dirimu menjadi alat, gembala yang baik untuk menjangkau sesama yang jauh dari-Nya. Miliki hati seorang gembala yang baik,” pesannya.
Penutup: Iman yang Hidup Lewat Cinta
Dalam refleksi mendalam tersebut, umat diajak untuk tidak hanya hidup dalam iman, tetapi juga mewujudkannya melalui tindakan kasih kepada sesama, terutama kepada mereka yang mulai menjauh.
Dengan demikian, iman menjadi hidup dan berbuah dalam pelayanan, seperti teladan Sang Gembala Agung, Yesus Kristus.