PIPIET SENJA
anto narasoma
–
senja itu pun berlalu
setelah kau kisahkan cahaya rembulan yang mencintai wajahmu
dalam uraian cerita pendek di sakumu
memang,
waktu dan celah kehidupan itu selalu mencuci darahmu yang keruh, karena napas dan garis ajal –selalu memanggil-manggil namamu di senja kala
– kau hebat, Teteh !
sebab,
nyawa dan rasa sakit
yang bertarung dalam aliran darahmu,
kerap kali menusuk pilu saat kau cuci darah itu tanpa sampo pembersih di rumah sakit
secepat pertarungan nyawamu yang sunyi, mengalir pula ide-ide cerita ke dalam ratusan media penyiaran
pipiet senja,
sepotong jasadmu
yang kering, lambang pertarungan nyawa
dan cerita senja
sebelum ajal tiba
maka,
serpihan kata-kata
yang kau himpun secara diam diam, menjadi kisah tanpa air mata
di dalam antologi hidup matimu
Palembang
26 Desember 2025