Polri Sajikan Pagelaran Wayang Kulit “Amarta Binangun” di Hari Bhayangkara ke-79
Oleh : Johanis Kopong
Ribuan Warga Hadiri Pentas Budaya, Hadirkan 4 Dalang dari Polri, TNI, dan Akademisi
http://suaraanaknegerinews.com | Jakarta, 4 Juli 2025 — Sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar pagelaran seni budaya wayang kulit bertajuk “Amarta Binangun” di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta. Acara ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam melestarikan warisan budaya nusantara sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari ini dipenuhi antusiasme ribuan warga, seniman, tokoh masyarakat, serta unsur TNI-Polri dan para tamu undangan. Sebanyak 2.795 orang hadir memadati arena pagelaran budaya tersebut.
“Ini adalah bagian dari syukur dan wujud kepedulian Polri terhadap pelestarian nilai-nilai budaya bangsa, sekaligus mendekatkan Polri kepada rakyat,” ungkap Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri.
Makna Lakon “Amarta Binangun” dan Filosofi Polri Presisi
Lakon Amarta Binangun yang dipentaskan dalam acara ini mengangkat pesan mendalam tentang negeri yang tertib, sejahtera, dan penuh kedamaian. Menurut Brigjen Trunoyudo, kisah tersebut menggambarkan semangat Polri Presisi sebagai pelindung rakyat dan penjaga ketertiban.
“Amarta menggambarkan negeri yang gemah ripah loh jinawi, subur makmur dan damai. Ini sejalan dengan peran Polri sebagai penjaga stabilitas dan pelindung rakyat,” ujarnya.
Empat Dalang, Empat Perspektif: Kolaborasi Seniman, Akademisi, TNI dan Polri
Pagelaran wayang kali ini dibawakan oleh empat dalang dari latar belakang berbeda:
- Prof. Dr. KPH Yanto SK, S.H., M.H. (akademisi)
- Ki Sri Kuncoro, Ipda dari Polri
- Ki MPP Bayu Aji Pamungkas (seniman profesional)
- Ki Harso Widisantri, Mayor Laut dari TNI AL
Kehadiran empat dalang lintas profesi ini memberikan warna tersendiri dan menjadi simbol sinergi budaya, edukasi, dan pengabdian.
Acara ini juga dimeriahkan oleh para bintang tamu seperti Dimas Tejo, Gareng Semarang, Elisa Orkarus Alaso, dan Marwoto, yang menghidupkan suasana dengan lelucon dan dialog khas budaya Jawa.
Rangkaian Peserta dan Hiburan Rakyat
Pagelaran ini menghadirkan:
- 1.500 orang dari 42 komunitas/paguyuban seni wayang se-Indonesia
- 146 tamu undangan VIP
- 446 tamu umum
- 500 personel Polri
- 150 personel TNI
- 50 perwakilan Kejaksaan
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan doorprize dan hadiah undian untuk seluruh peserta, serta membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM kuliner dan kerajinan.
Polri melalui Brimob juga menyiapkan gerobak kuliner dan dapur lapangan yang menyajikan makanan gratis untuk masyarakat yang hadir.
Kehadiran Kapolri dan Pesan Penutup
Turut hadir dalam acara ini, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, pejabat utama Mabes Polri, jajaran Bhayangkari, dan perwakilan dari Panglima TNI.
Menutup acara, Brigjen Trunoyudo menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk kontribusi Polri terhadap kebudayaan nasional dan ketahanan sosial masyarakat.
“Kita ingin masyarakat merasa aman, diperhatikan, dan dihargai. Budaya adalah kekuatan kita bersama, dan Polri akan terus hadir di tengah rakyat dalam semangat Presisi,” pungkasnya.