January 17, 2026

anto narasoma

ibu,
ketika hujan memercik ke hatiku, cuaca pun basah. pajar menyongsong mendung
setelah kau lewati hari-hari yang begitu buruk dalam detak detik di jantungku

setelah cerita kau kisahkan dalam jarak,
ayah berserah diri ke dalam ajal ; maka kaulah ayah yang basah hujan
di matamu

ibu,
makhluk semulia apa yang kucatat ketika anak-anakmu tidur dalam perut yang hampa dari sepotong roti?

maka,
dari teriknya matahari
dan lembabnya curahan air mata, kau banting dirimu ke dalam harapan
agar kelaparan di hari-hari berlalu tak berkunjung lagi pada kali kedua

ibu,
begitu remuknya masa-masa paling sulit, ketika nasib kita terkulai dalam mimpi panjang
di kolong rumah tetangga

Palembang
23 Desember 2024