January 23, 2026

yusuf achmad

Puisi mengeluh, lalu mengadu. Mengapa jiwa mengambang
atau ambang. Apakah tandanya mulut menganga tanpa makna.
Jawabnya mudah, karena badan lemah. Tak perlu ke ahli jiwa.
Cukup makan jajanan saja.

Lalu, disarankan makan roti kambing. Alis terangkat, pertanyaan
melekat. Jawabnya ini jajanan serupa pisang goreng. Tapi
tak berisi pisang bersanding. Dalamnya kacang hijau, serupa
kelamin kambing.

Puisi terdiam sejenak, lalu tertawa. Merasa dihibur oleh roti
kambing. Walau hanya satu pastinya menghibur. Bibir pun terisi
lagi. Lezat, legit, bergizi tinggi. Walau hanya isi kacang hijau
berbutir-butir. Hilangkan sedih dan perasaan getir.

Puisi pun bersyukur, lalu berdoa. Semoga roti kambing selalu
ada. Walau sesekali saja dan sederhana. Bibir pun bersenandung
lagi. Membuat sastra yang indah dan bermakna. Walau hanya
dengan kata-kata yang sederhana.

Surabaya, 24 Juni 2023