May 26, 2026
yusuf19

Oleh Yusuf Achmad

Mengingat butuh keringat, bayang mengucur menyengat. Jaring-jaring kenangan indah, kadang, jaring kenang tak riang. Ah! itu melankolis, hidup ini realistis. Senang-sedih seperti gerimis, atau mode perancang Paris.

Ingat Paris, ingat Perancis. Puisi, budaya, seni laris manis. Kapan Indonesia bersolek necis, berbudi, beradab tanah air. Burungpun kadang hinggap sesaat, mengatur napas sambil istirahat. Kitapun butuh petuah nasihat, budi pekerti, seni, sastra dan martabat.

Jepang runtuh, bangkit oleh guru. Rusia, India, Cina, tak mati karena peluru. Mereka mengembangkan ilmu pengetahuan, pendidikan berkualitas. Bukan hanya politik, ekonomi, diburuburu.

Burung pun terbang, bersayap kiri-kanan melayang. Ekonomipolitik adalah sayap kiri. Kanannya akal, teknologi, sastra, seni, dan jati diri. Zaman milenial, IT, online, hoax bertebaran. Berseliweran kepentingan saling hantam, menjatuhkan.

Muda-tua, miskin-kaya, berilmu atau tak punya pilihan. Berlomba, lupakan budi pekerti, lupakan Tuhan.

Surabaya, 25-7-2023