RD. Domincs Baldawins Masriat Ajak Umat Hidupi Cinta dan Belas Kasih
Oleh : Johanis Kopong
RD. Domincs Baldawins Masriat: Cinta Sejati Selalu Hadirkan Sukacita dan Penghiburan
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Jumat 4 Juli 2025 – Dari altar Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST), Manila, RD. Domincs Baldawins Masriat, imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, menyampaikan sebuah renungan yang sarat makna dalam rangka perayaan liturgi harian sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, Filipina.
Dalam momen yang dinamainya Sejenak Sabda, Pastor Domincs membagikan refleksi rohani berdasarkan bacaan liturgi Hari Biasa, Pekan Biasa XIII, khususnya Injil Matius 9:9-13.
Melalui renungan ini, ia mengajak umat untuk menghayati cinta sejati yang menghadirkan sukacita dan penghiburan, serta menumbuhkan belas kasih terhadap sesama—terutama mereka yang bergumul dalam dosa.
Cinta Sejati Membawa Penghiburan dan Sukacita
Dalam pesan pertamanya, RD. Domincs menegaskan bahwa hakikat cinta adalah menghadirkan sukacita dan penghiburan. Jika suatu relasi—baik antara pria dan wanita, dalam keluarga, komunitas, maupun gereja—tidak memberi rasa nyaman, damai, dan kegembiraan, maka cinta sejati belum tumbuh di sana.
“Jika Anda merasa menderita dan tersiksa dalam keluarga atau komunitas, maka sesungguhnya tidak ada cinta di dalamnya,” ujar Pastor Domincs lugas namun penuh kelembutan.
Kepedulian terhadap Orang Berdosa adalah Cerminan Kasih Kristus
Renungan kedua menyoroti pentingnya kepedulian kepada mereka yang berdosa, sebagaimana dicontohkan Yesus yang tidak mengucilkan Matius sang pemungut cukai, tetapi malah memanggil dan mengajak dia untuk mengikuti-Nya.
“Terkadang kita lebih memilih bersahabat dengan yang tampak baik, dan menolak mereka yang bergumul dalam dosa. Padahal, Injil hari ini justru mengajak kita untuk membuka hati dan menunjukkan belas kasih,” tegasnya.
Jangan Menjadi Penghalang Pertobatan Sesama
Pesan terakhir dari RD. Domincs adalah sebuah peringatan rohani: jangan menjadi penghalang bagi orang yang ingin bertobat. Ia mendorong umat untuk menjadi pengantara rahmat, bukan batu sandungan, bagi mereka yang hendak kembali ke jalan Tuhan.
“Berbahagialah bila ada orang di sekitar kita yang ingin kembali kepada Tuhan. Dukunglah niat itu, jangan malah membuka kembali luka lama dengan mengungkit masa lalu,” pesannya.
Doa Penutup Penuh Kasih
Renungan ditutup dengan sebuah doa singkat namun mendalam:
“Ya Allah, bantulah kami agar kami sungguh-sungguh menghidupi cinta dan belaskasih dalam kehidupan bersama.”
Pastor Domincs pun menutup renungan paginya dengan sapaan hangat:
“Salam kasih dan doa, RD. Domincs Baldawins Masriat.”