April 24, 2026

RD Domincs Baldawins Masriat: Menyuarakan Kasih dan Kebenaran di Tengah Umat Mahasiswa di Filipina

Oleh : joko

“RD Domincs Baldawins Masriat: Seruan Kebenaran dari Mimbar Mahasiswa di Filipina”

Kisah inspiratif RD Domincs Baldawins Masriat dalam pelayanan pastoralnya di UST Manila, mengajak umat untuk hidup dalam kasih, kebenaran, dan keadilan.

http://suaraanaknegerinews.com | Central Seminary, UST Manila, Filipina — Pada Sabtu, 2 Agustus 2025, sebuah momen penuh makna terjadi di Central Seminary, Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina.

RD. Domincs Baldawins Masriat, imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, tampil sebagai figur penggerak iman dan nurani umat, khususnya para mahasiswa yang ia layani sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila.

Dalam perayaan Sabda bertema “Sejenak Sabda”, RD. Domincs menyampaikan pesan rohani yang mengajak umat untuk merenungkan kembali arti keadilan, kebenaran, dan hidup dalam kasih Allah.

Suara Tuhan di Tengah Pekan Biasa

Dalam renungannya yang merujuk pada bacaan liturgi hari itu — Imamat 25:1.8-17 dan Injil Matius 14:1-12 — RD. Domincs mengajak umat untuk tidak hanya merenungkan sabda, tetapi menghidupinya dalam tindakan nyata.

1. Allah Yang Peduli dan Adil

“Tuhan adalah Maha Adil, penuh kasih, dan peduli terhadap kesejahteraan umat-Nya,” tutur RD. Domincs.
Ia menekankan pentingnya membangun kehidupan yang adil dan penuh belas kasih, terutama bagi mereka yang miskin dan hidup dalam keterpinggiran. Kehadiran Tuhan, lanjutnya, selalu berpihak kepada mereka yang terpinggirkan.

2. Jangan Takut Menyuarakan Kebenaran

RD. Domincs juga menyentuh realitas sosial yang kerap menekan keberanian manusia untuk bersuara.

“Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran, sekalipun mendapat tekanan dari berbagai pihak,” pesannya dengan tegas namun penuh kelembutan.
Ia mengingatkan bahwa kebenaran tidak dapat dikompromikan, dan keberanian dalam iman merupakan cermin kejujuran hidup Kristiani.

3. Menjauhi Dosa, Merawat Kasih

Dalam penutup pesan Tuhan hari itu, RD. Domincs mengajak umat untuk menyadari dampak dosa — tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga menyakiti sesama.

“Hiduplah selalu dalam kasih dan terang Tuhan,” ajaknya.

Doa dan Harapan di Tengah Pelayanan

Acara ditutup dengan doa bersama yang penuh harapan dan semangat pelayanan: “Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu menyuarakan kebenaran dalam hidup kami.”

Dengan salam penuh kasih dan doa, RD. Domincs menyampaikan berkatnya kepada umat, sebuah ungkapan sederhana namun dalam makna: panggilan untuk hidup dalam terang kasih Allah.

Akhir Kata: Pastoral yang Menginspirasi

Pelayanan RD. Domincs di UST Manila bukan hanya soal membimbing secara rohani, tetapi juga menjadi suara nurani di tengah kompleksitas hidup mahasiswa dan umat Katolik diaspora.

Ia adalah contoh nyata bahwa kehadiran seorang imam tidak dibatasi wilayah, melainkan diperluas oleh cinta kasih dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran, di manapun ia berada.