April 21, 2026

RD Ponsianus Ongirwalu: Senyum, Kasih, dan Doa Mengiringi Karateka Cilik Tanimbar ke Ambon

Oleh: joko

Misa Pagi dan Doa Keberangkatan: Pastor RD Ponsianus Ongirwalu Memberkati Karateka Muda Tanimbar Wujud Ketulusan Kasih dari Paroki HKY Olilit Barat untuk Anak-Anak Karateka

Misa pagi di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat menjadi ruang penuh kasih dan penguatan iman bagi anak-anak karateka yang akan bertanding di Ambon. Sebuah pesan humanis dari RD Ponsianus Ongirwalu mengalun, mengingatkan bahwa kebahagiaan dan kekayaan sesungguhnya lahir dari kerelaan berbagi.

Doa di Pagi Hari

http://suaraanaknegerinews.com | Rabu pagi, 10 September 2025, suasana syahdu menyelimuti Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Misa yang dipimpin Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, terasa berbeda. Di hadapan umat, terutama anak-anak karateka yang akan mewakili paroki dalam kejuaraan karate di Ambon, doa dan pesan penguatan iman mengalun penuh kasih.

“Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tetapi tersenyumlah, maka hidupmu akan bahagia. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tetapi bersedekahlah, maka kamu akan semakin kaya,” ujar RD Ponsianus dengan nada lembut namun tegas, mengajarkan filosofi hidup yang sederhana namun sarat makna.

Kasih yang Dibagi, Doa yang Dipanjatkan

Misa pagi itu sekaligus menjadi momentum “HKY Pung Carita: Berbagi Kasih bagi Anak-Anak Hebat Karateka”. Pastor tidak sekadar memberkati, tetapi juga memberikan bekal rohani, motivasi, bahkan sedikit hadiah berupa dukungan untuk bekal perjalanan para karateka.

“Hidup ini bukan apa yang kita peroleh, melainkan apa yang kita bisa berikan untuk orang lain,” tutur RD Ponsianus. Ia menambahkan, hadiah kecil berupa uang makan di kapal hanyalah tanda kasih sederhana, namun doa dan penguatan iman menjadi bekal yang jauh lebih berharga.

Pesan Sportivitas dan Kejujuran

Kepada para karateka, RD Ponsianus menekankan pentingnya menjaga sikap sportif dan berpegang pada kejujuran dalam setiap pertandingan. “Siapkan diri untuk bertanding. Jaga sportivitas, patuh pada kejujuran, dan kuasai dirimu dalam bertanding. Salam karate: OSS!” katanya, disambut senyum semangat dari para anak-anak.

Harapan untuk Generasi Muda

Dalam kehangatan misa itu, terlihat betapa kasih yang sederhana mampu memberi energi besar bagi anak-anak. Pesan yang ditinggalkan bukan sekadar doa keberangkatan, melainkan nilai hidup yang akan mereka bawa hingga dewasa kelak.

“Doaku untuk kalian semua,” ucap Pastor menutup misa dengan sapaan penuh kedekatan, “Syalom… Salve… Kidabela… Ubu Naflahar Ita Didtinemun.”