Redaktur Suara Anak Negeri Raih Prestasi Internasional
Laporan Lusia
–
Kuala Lumpur – suaraanaknegerinews.com|Tiga redaktur dari media Suara Anak Negeri berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional setelah karya mereka masuk dalam nominasi 200 penulis terbaik dari total 4.000 lebih peserta yang berasal dari empat negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunai Darussalam Pengumuman membanggakan ini disampaikan dalam Acara Peluncuran buku “Tiga Serumpun” yang berjudul Akar Serumpun Anyaman Rasa .Acara ini diselenggarakan oleh SIP Publishing, Yayasan Rumah Indonesia Menulis, Komunitas Galeri Sastra (KGS), dan Persatuan Penulis Negeri Melaka (PENAMA) 12 Oktober lalu.

Direktur Suara Anak Negeri, Bapak Paulus Laratmase, menyatakan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian para redakturnya. “Tentu kami sangat bangga karena tiga redaktur Suara Anak Negeri karyanya masuk nominasi di kelas internasional. Ini membuktikan bahwa penulis-penulis dari Indonesia, khususnya dari media kami, memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat regional,” ujar Bapak Paulus.
Ketiga redaktur Suara Anak Negeri yang mendapatkan nominasi sebagai 200 penulis terbaik tersebut adalah Leni Marlina, Yusuf, dan Eka Teresia. Pencapaian ini menjadi sorotan setelah melewati proses seleksi yang ketat. Dalam seleksi awal, naskah yang masuk tercatat lebih dari 4.000 peserta Dari jumlah tersebut, hanya 2.033 naskah yang lolos kurasi, hingga akhirnya dipilih 200 puisi terbaik yang diumumkan dalam kegiatan peluncuran buku serta melalui media sosial.

Tak hanya sampai di situ, salah seorang redaktur yang masuk nominasi, Eka Teresia, turut mengukir prestasi individu dengan meraih juara pertama dalam lomba baca puisi yang juga diikuti oleh peserta dari empat negara serumpun. Kemenangan Eka Teresia di lomba baca puisi tersebut semakin melengkapi kegembiraan dan kebanggaan bagi keluarga besar Suara Anak Negeri serta menunjukkan talenta multi-dimensi yang dimiliki oleh para redakturnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para penulis muda Indonesia lainnya untuk terus berkarya dan berani unjuk gigi di ajang internasional, sekaligus memperkuat ikatan budaya serumpun melalui medium sastra dan kepenulisan.