Laporan: Tim Media Center UNCRI
–
Manokwari, 12 November 2025 — Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari melaksanakan ujian skripsi selama dua hari yakni pada Selasa dan Rabu, 11–12 November 2025. Sebanyak 35 mahasiswa, terdiri dari 28 mahasiswa Program Studi Manajemen dan 7 mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, mengikuti ujian akhir yang menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi sarjana.

Pelaksanaan ujian kali ini merupakan bagian dari rangkaian ujian akhir yang telah berlangsung sejak September lalu dan telah menghasilkan lebih dari 100 lulusan yang siap diwisuda pada wisuda perdana UNCRI, setelah pada tahun 2023 kedua institusi, STIE Mah-Eisa Manokwari dan STIH Caritas Papua, resmi melebur menjadi Universitas Caritas Indonesia Manokwari, yang beralamat di Jalan Pertanian, Wosi Dalam, Manokwari.
Selain ujian skripsi, UNCRI juga melaksanakan ujian proposal penelitian dan ujian hasil penelitian bagi mahasiswa yang sedang berada di tahap persiapan akademik menuju skripsi. Pelaksanaan ini menunjukkan komitmen universitas dalam menjaga kesinambungan proses akademik dan kualitas karya ilmiah mahasiswa di setiap tahapan yg dilalui.
Rektor UNCRI, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA, yang juga menjadi penguji, memberikan penjelasan mendalam mengenai mekanisme ujian skripsi dan jalur akademik lain yang ditempuh mahasiswa UNCRI. Ia menjelaskan bahwa ujian skripsi merupakan proses ilmiah yang wajib dilalui mahasiswa melalui empat tahapan sebelum dinyatakan layak memperoleh derajat sarjana.
> “Dua hari berturut-turut ini dilaksanakan ujian skripsi baik Prodi Manajemen sebanyak 28 peserta maupun Prodi Hukum sebanyak 7 peserta. Ujian skripsi merupakan ujian melalui empat tahapan yang harus dilalui peserta untuk memperoleh derajat sarjana, yaitu tahap pengajuan judul, tahap dua ujian atau seminar usulan penelitian, tahap tiga adalah ujian hasil penelitian dan terakhir ujian tutup. Itu adalah versi ujian skripsi. Ada juga 50-an mahasiswa melalui versi jurnal Sinta 3 atau 4 yang juga melalui empat tahapan, yaitu tahap satu pengajuan judul, tahap dua proposal penelitian tahap selanjutnya mengajukan artikel jurnal ke Jurnal yang telah ditunjuk setelah itu dilakukan koreksi dan perbaikan bersama dosen pembimbing hingga siap ke tahap penerbitan jurnal,” jelas Prof. Roberth.
Ia menambahkan, mahasiswa yang menempuh jalur publikasi jurnal melalui Sinta 3 atau 4 akan melewati proses yang sama ketatnya dengan jalur skripsi. Setelah artikel diperbaiki, dikoreksi, dan diterbitkan, mahasiswa dinyatakan menyelesaikan seluruh proses akademik dan dapat mendaftar untuk mengikuti wisuda, dengan rentang waktu sekitar dua setengah hingga tiga bulan setelah ujian akhir.
> “Misalnya sekarang akhir November, maka mahasiswa boleh wisuda di awal Maret. Jadi hitungnya di awal Maret seperti begitu,” ujarnya. “Kenapa hitungnya seperti begitu, karena itu akan menjadi wisuda pertama buat UNCRI. Sistem kita sekarang ini ketika mahasiswa wisuda, mereka langsung menerima ijazah dan transkrip. Tidak lagi menerima semacam tabung keterangan lulus itu. Ini ijazah asli yang dikasih pada saat wisuda.”
Rektor menjelaskan bahwa wisuda perdana UNCRI akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan universitas terbentuk hasil peleburan dua institusi pendidikan tinggi tersebut. Momentum akademik ini sekaligus menjadi pijakan bagi UNCRI untuk memperkuat layanan pendidikan tinggi yang berkualitas, profesional, dan berkelanjutan.
Dengan pelaksanaan ujian hingga persiapan wisuda yang matang, UNCRI menegaskan langkahnya untuk membangun tata kelola kampus yang lebih baik di tahun-tahun mendatang, serta memperkuat komitmen universitas terhadap mutu dan integritas pendidikan di Papua Barat.