April 24, 2026

Renungan Pagi Pastor Pius Heljanan, MSC: Bahagia Tabor Milik Anak Tuhan yang Setia

Oleh : joko

“Guru, Alangkah Baiknya Kita di Tempat Ini”: Renungan Pastor Pius dari Bukit Tabor Kehidupan

Renungan pagi dari Saumlaki mengingatkan bahwa pengalaman rohani di “Tabor” bisa terjadi dalam hidup siapa saja yang setia pada Tuhan.

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Rabu pagi, 6 Agustus 2025 — Dalam suasana tenang pagi hari di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, suara iman dan pengharapan mengalun dari Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.

Pastor Pius Heljanan, MSC, yang melayani sebagai Kuasi Paroki di gereja tersebut, menyampaikan sebuah renungan menyentuh hati umat berjudul “Bahagia Tabor Milik Anak Tuhan yang Setia.”

Terinspirasi dari Injil Lukas 9:28b–36 tentang peristiwa transfigurasi (perubahan rupa) Yesus di Bukit Tabor, Pastor Pius mengajak umat untuk merenungi makna kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang tidak lahir dari keberhasilan semata, melainkan dari kedekatan dan kesetiaan kepada Tuhan.

Menggali Makna Tabor dalam Hidup Sehari-hari

“Guru, alangkah baiknya kita berada di tempat ini,” kutipan Rasul Petrus saat menyaksikan kemuliaan Yesus di Bukit Tabor, menjadi titik tolak refleksi Pastor Pius.

Menurutnya, peristiwa Tabor bukan hanya sebuah kisah masa lalu dalam Alkitab, tetapi pengalaman rohani yang bisa dirasakan siapa saja, kapan saja, ketika seseorang dengan rendah hati membuka hati untuk mendengarkan dan mengikuti kehendak Tuhan.

“Saudaraku, semua orang ingin hidup damai dan bahagia. Berjuang untuk sukses dalam segala aspek hidup. Namun tidak selalu harapan menjadi kenyataan,” tutur Pastor Pius.

Kebahagiaan Sejati: Dekat dengan Tuhan, Setia pada Jalan-Nya

Pastor Pius menegaskan bahwa bahagia dan damai adalah milik mereka yang percaya, yang setia mengikuti Yesus, dan yang sungguh mendengarkan-Nya.

Ia mengingatkan umat agar jangan mudah putus asa ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan. Justru dalam kesulitan dan tantangan itulah, iman diuji dan kedekatan dengan Tuhan harus semakin dikuatkan.

“Pengalaman Tabor dapat kita alami bila kita setia, percaya, dan mengikuti Yesus. Jangan tinggalkan Yesus,” ungkapnya dengan penuh keteguhan iman.

Iman yang Hidup di Tengah Umat Tanimbar

Renungan yang dibagikan oleh Pastor Pius tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga menggambarkan realitas umat di Tanimbar yang terus bergulat dengan berbagai tantangan hidup.

Namun di tengah keterbatasan, umat tetap memiliki semangat untuk mencari Tuhan, hidup dalam komunitas iman, dan menjaga kesetiaan sebagai anak-anak Tuhan.

Tabor Adalah Hati yang Terbuka untuk Tuhan

Di tengah dunia yang semakin bising dan sibuk, pesan sederhana namun dalam dari Pastor Pius Heljanan, MSC menjadi pengingat bahwa kedamaian dan kebahagiaan tidak perlu dicari jauh-jauh.

Ia hadir dalam hati yang setia, dalam relasi yang tulus dengan Tuhan, dan dalam keberanian untuk berjalan bersama-Nya meski melewati lembah kehidupan.

Renungan ini bukan hanya ditujukan untuk umat di Lauran, tapi untuk siapa saja yang ingin merasakan damai sejati dan sukacita ilahi, seperti halnya ketiga murid Yesus di Bukit Tabor, yang berkata: “Guru, alangkah baiknya kita berada di tempat ini.”