Guru Biak Numfor Didorong Jadi Agen Perubahan Melalui OJT Ke-2 Pembelajaran Mendalam
Laporan Paulus Laratmase
–
Biak, Suara Anak Negeri News.com — Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di sekolah menengah, telah sukses dilaksanakan kegiatan On The Job Training (OJT) Ke-2 bagi peserta Diklat Pembelajaran Mendalam di SMA Negeri 1 Biak pada Jumat, 10 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian diklat berjenjang (IN-1, ON, dan IN-2) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Sebelumnya, pelaksanaan ON-1 telah berlangsung di SMK YPK Pariwisata Biak, sementara ON-3 dijadwalkan pada akhir Oktober mendatang di SMK Kesehatan Biak.

Tahapan OJT Ke-2 ini menjadi momentum penting setelah para guru peserta diklat mendapatkan penguatan teori dan konsep pada tahap In Service Training (IN-1), serta pengalaman praktik awal pada OJT sebelumnya. Dalam kegiatan kali ini, tiga guru dari berbagai mata pelajaran tampil melakukan praktik pembelajaran langsung (open class), sementara fasilitator dan peserta lainnya melakukan observasi serta memberikan umpan balik konstruktif. Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaboratif untuk saling belajar dan memperbaiki praktik pembelajaran di kelas.
Fasilitator Diklat Pembelajaran Mendalam, Restyn Yusuf, S.Pd., Gr., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan OJT Ke-2 dirancang untuk memastikan para peserta mampu merancang Perencanaan Pembelajaran Mendalam (PPM) atau RPP yang terintegrasi secara kontekstual dengan lingkungan belajar siswa. “Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi perancang pengalaman belajar yang mendorong siswa berpikir mendalam, reflektif, dan kreatif,” ujar Restyn Yusuf dalam wawancaranya usai kegiatan. Menurutnya, melalui deep learning, guru dapat membantu peserta didik mengaitkan pengetahuan dengan realitas sosial dan kehidupan mereka sehari-hari.
Selain praktik mengajar terbuka, kegiatan ini juga difokuskan pada penguatan asesmen formatif yang mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan karakter siswa. Para peserta diajak merefleksikan hasil observasi untuk memperbaiki strategi mengajar dan menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid. “Observasi dan refleksi menjadi kunci agar guru tidak berhenti belajar. Karena pembelajaran mendalam menuntut proses perbaikan terus-menerus,” tambah Restyn Yusuf.
Melalui OJT Ke-2 ini, diharapkan para guru peserta Diklat Pembelajaran Mendalam dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Mereka bukan hanya membawa pendekatan baru dalam mengajar, tetapi juga menghidupkan budaya kolaborasi dan inovasi di ruang-ruang kelas. Kabupaten Biak Numfor pun diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana pelatihan berkelanjutan dapat memperkuat kompetensi guru dan meningkatkan mutu pendidikan di tanah Papua.