Sabda dari Manila: RD. Domincs Baldawins Masriat dan Pesan Sukacita untuk Dunia
Oleh : joko
Putra Tanimbar di UST Manila: Menebar Iman, Melayani dengan Kerendahan Hati
Dari kapel tua di jantung Manila, pesan rohani mengalir hingga ke Kepulauan Tanimbar, Hari Raya St. Perawan Maria Diangkat ke Surga diwarnai renungan penuh makna
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Minggu, 10 Agustus 2025 — Matahari baru saja merangkak naik di atas gedung-gedung tua Manila ketika angin lembut membawa aroma rerumputan basah ke halaman Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST). Langkah-langkah umat dan para seminaris terdengar di jalan setapak yang dinaungi pepohonan rimbun.
Di tengah kompleks yang penuh sejarah itu, berdiri kapel berarsitektur kolonial dengan kaca patri yang memantulkan cahaya biru dan emas.
Dentang lonceng membelah keheningan pagi, memanggil semua yang hadir menuju perayaan Hari Raya St. Perawan Maria Diangkat ke Surga.
Putra Tanimbar di Tengah Manila
Di antara jubah putih para konselebran, tampak sosok RD. Domincs Baldawins Masriat, putra Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, yang kini menimba ilmu dan mengabdi sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila. Langkahnya tenang, namun sorot matanya membawa hangat yang mengundang.
Bagi RD. Domincs, pagi ini bukan sekadar perayaan liturgi. Ini adalah kesempatan untuk menyampaikan pesan iman yang melintasi lautan, dari Manila hingga kampung halaman di selatan Maluku.
Sejenak Sabda di Hari Raya
Bacaan liturgi pagi itu dibacakan penuh penghayatan: Bacaan I: Wahyu 11:19a; 12:1-6a.10ab, Bacaan II: 1 Korintus 15:20-26 dan Bacaan Injil: Lukas 1:39-56.
Selesai bacaan, RD. Domincs melangkah maju ke mimbar. Suaranya jernih, membawa sapaan penuh doa: “Semoga kasih Allah memberkati kita selalu.”
Tiga Pesan Iman yang Menggetarkan
Pertama, ia mengajak umat bersyukur atas teladan Bunda Maria yang diangkat ke surga. “Kita diberikan pengharapan bahwa setelah menjalankan misi hidup kudus seperti Bunda Maria, kita pun akan memperoleh kemuliaan dan sukacita abadi di surga,” ujarnya, menatap jemaat dengan penuh keyakinan.
Kedua, RD. Domincs menekankan bahwa iman sejati menuntut keberanian untuk keluar dari diri sendiri demi melayani sesama. “Beriman berarti membawa orang lain kepada sukacita dan keselamatan. Kehadiran kita harus menjadi kabar gembira,” tegasnya.
Ketiga, ia mengangkat kerendahan hati sebagai sikap mulia yang menjadi mahkota Bunda Maria. “Dia sadar bahwa Tuhanlah satu-satunya sumber keselamatannya. Marilah kita tidak mengandalkan kekuatan sendiri, dan jangan merasa lebih hebat dari orang lain.”
Doa yang Mengalir Lintas Batas
Ketika misa hampir usai, RD. Domincs memimpin doa: “Ya Allah, berkatilah kami agar kehadiran kami sungguh-sungguh membawa sukacita Kristus bagi sesama kami.”
Doa itu bergema, lalu tenggelam dalam lantunan lagu penutup. Cahaya pagi menembus kaca patri, menciptakan semburat warna yang jatuh di wajah para umat. Seolah alam pun turut mengamini pesan itu.
Dari Manila untuk Tanimbar dan Dunia
Dari kapel tua di jantung Manila, pesan itu mengalir menembus jarak ribuan kilometer, menyentuh hati umat di Kepulauan Tanimbar dan di mana pun mereka berada.
Pesan sederhana namun kuat: hidup dalam iman, melayani tanpa pamrih, dan rendah hati di hadapan Tuhan.
Bagi RD. Domincs Baldawins Masriat, panggilan ini bukan hanya milik seorang pastor, tetapi milik setiap orang yang mau menjadi saluran sukacita Kristus di dunia.