April 21, 2026

Pastor Pius Heljanan, MSC: Menebar Sukacita dari Mimbar ke Hati Umat

Oleh : joko

“Dirimu Penghadir Sukacita” – Pesan Pastoral dari Lauran untuk Dunia

Pesan mendalam dari Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Lauran di Hari Minggu, dari Injil Lukas, umat diajak meninggalkan zona nyaman demi berbagi sukacita, sapaan yang menggetarkan hati, menembus batas ruang dan waktu

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Minggu pagi, 10 Agustus 2025 — Mentari baru saja menyapa ufuk timur ketika denting lonceng Gereja Katolik Hati Kudus Yesus di Desa Lauran menggema.

Desa yang dikelilingi hijau pepohonan itu menyambut hari Tuhan dengan damai. Umat berdatangan dari gang-gang sempit, langkah mereka menyatu dalam irama yang sama: datang untuk memuji dan bersyukur.

Di tengah keheningan yang khidmat, Pastor Pius Heljanan, MSC, gembala Kuasi Paroki, berdiri di mimbar. Suaranya lembut namun tegas, menembus relung hati setiap umat yang hadir.

“Dirimu Penghadir Sukacita bagi Sesama”

Membuka homilinya, Pastor Pius mengutip Injil Lukas 1:39–56, mengisahkan perjumpaan Bunda Maria dan Elisabet: “Sesungguhnya, ketika salammu sampai di telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.”

Ia menuturkan, Bunda Maria diangkat ke surga bukan hanya karena dibebaskan dari dosa sejak awal, tetapi karena hidupnya dipenuhi iman yang teguh, ketaatan tanpa syarat, kerendahan hati, dan kegigihan menebar sukacita bagi sesama.

Pelajaran dari Sapaan Bunda Maria

“Setiap anak Tuhan,” kata Pastor Pius, “dipanggil untuk menjadi peneguh iman, pembagi sukacita, dan pewarta harapan di setiap perjumpaan. Belajarlah dari Bunda Maria. Ketika ia menyapa Elisabet, kegembiraan dan sukacita itu nyata, mengalir begitu saja.”

Beliau mengajak umat untuk meninggalkan kemapanan dan kenyamanan diri, lalu berani berbagi sukacita kepada orang lain.

“Dirimu dipakai Tuhan untuk menebar sukacita,” ujarnya, menutup pesan dengan tatapan penuh kasih.

Mimbar yang Menghidupkan Harapan

Suasana gereja terasa hangat. Beberapa umat menunduk dalam hening, sebagian lainnya tersenyum kecil, seolah mengamini setiap kata yang baru saja diucapkan.

Dari Desa Lauran yang sederhana ini, sebuah pesan besar disampaikan: sukacita adalah anugerah yang harus dibagikan, bukan disimpan.