May 10, 2026

“Senin di Ambang Porta Sancta: Ziarah Sunyi, Moderasi Iman, dan Harapan yang Bertumbuh”

ruatono

Porta Sancta di Gua Santa Maria Bunda Allah Ngison Nando Kab. Lampung Selatan.

Oleh: Rustono Farady Marta

Senin, 25 Agustus 2025. Di hari kerja yang biasanya sarat agenda dan ritme birokrasi, Tuhan menghadirkan sebuah jeda rohani yang tak terduga. Di sela-sela lawatan dinas, langkah saya diantar seorang sahabat, dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, menuju Porta Sancta di Gua Santa Maria Bunda Allah Ngison Nando, Kabupaten Lampung Selatan. Senin itu bukan saja penanda kalender; ia menjelma sebagai waktu rahmat, ketika kesibukan dunia ditanggalkan sejenak untuk menyentuh keheningan ilahi.

Di ambang Porta Sancta, waktu terasa melambat. Batu-batu gua, Jalan Salib yang membentang luas, dan doa-doa yang terucap lirih menyatu dalam kesadaran bahwa iman tumbuh bukan di ruang gaduh, melainkan dalam kesetiaan yang hening. Didampingi para Suster Tarekat Belas Kasih dari Hati Yesus yang Mahakudus (HK), saya menyaksikan bagaimana karya perutusan berakar dalam praktik moderasi antarumat beragama. Di tempat ini, iman Katolik hidup berdampingan secara bersahaja dengan masyarakat sekitar, tanpa curiga, tanpa sekat, hanya oleh kepercayaan dan kasih yang dirawat setiap hari.

Tahun Yubelium memberi gema yang lebih dalam pada pengalaman Senin itu. Ia mengingatkan bahwa perutusan Gereja tidak pernah terpisah dari konteks sosialnya. Kerinduan Rumah Retret Ngison Nando untuk memperoleh IMB yang sah bagi pendirian Stasi St. Ferdinando menjadi simbol pengakuan atas keberadaan iman yang bertumbuh secara dewasa, tertib, dan bermartabat di tengah masyarakat majemuk.