April 19, 2026

Sentuhan Kasih RD Ponsianus Ongirwalu Ringankan Beban Pendidikan Anak Yatim

IMG-20260408-WA0018

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Pagi yang tenang di halaman Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus, Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Rabu (8/4/2026), menjadi saksi sebuah perjumpaan yang sarat makna.

Di tengah rangkaian doa Novena Santo Martinus, terselip kisah haru tentang kasih, kepedulian, dan harapan yang kembali dinyalakan bagi mereka yang sedang bergumul.

Di hadapan umat, seorang siswi SMA Budhi Mulia Saumlaki, Margaretha Samponu, berdiri dengan mata berkaca-kaca.

Kehilangan sosok ayah tercinta tak mudah ia lalui. Namun pagi itu, ia merasakan kehadiran kasih yang menguatkan langkahnya untuk tetap melanjutkan pendidikan.

“Saya berdiri di sini dengan rasa haru yang luar biasa. Di tengah kerinduan saya kepada almarhum Bapak, Tuhan ternyata tidak membiarkan saya merasa sendirian. Bantuan yang Pastor berikan hari ini bukan sekadar uang sekolah, tapi seperti pesan dari Surga bahwa saya harus terus berjuang,” ungkap Margaretha dengan suara bergetar.

Bantuan pendidikan yang diberikan oleh Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, bukan sekadar dukungan materi. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol kehadiran Gereja sebagai rumah yang merangkul dan menguatkan umatnya, terutama mereka yang berada dalam keterbatasan.

Margaretha pun menegaskan tekadnya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

“Saya berjanji, setiap lembar buku yang saya baca dan setiap pelajaran yang saya terima akan saya dedikasikan untuk membanggakan Ibu dan juga almarhum Bapak,” tuturnya.

Di sisi lain, sang ibu yang kini menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal, tak kuasa menahan rasa syukur.

Kekhawatiran akan masa depan pendidikan anak-anaknya perlahan terangkat oleh kepedulian yang ia terima.

“Sebagai seorang janda, kekhawatiran terbesar saya adalah memastikan anak-anak tetap sekolah. Pagi ini, beban di pundak saya terasa jauh lebih ringan. Terima kasih karena Pastor telah memposisikan diri sebagai orang tua bagi anak yatim,” ucapnya dengan penuh haru.

Bagi RD Ponsianus Ongirwalu, pelayanan bukan hanya tentang pewartaan, tetapi juga tindakan nyata yang menyentuh kehidupan umat.

Dalam pesannya kepada Margaretha, ia menegaskan bahwa kasih Tuhan selalu hadir, bahkan di tengah kehilangan.

“Anakku Margaretha yang terkasih, ingatlah bahwa meski Bapamu telah berpulang, kasih sayangnya tidak pernah putus. Tuhan adalah Bapa bagi anak yatim. Jangan pernah berkecil hati, teruslah bersekolah dengan penuh disiplin,” pesan Pastor dengan lembut.

Ia juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan hendaknya menjadi dorongan untuk bangkit dan melangkah lebih jauh.

“Gunakan bantuan ini sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang mandiri dan beriman. Pastor dan seluruh umat paroki akan selalu mendoakanmu,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi cerminan nyata dari nilai kasih yang diajarkan dalam iman Kristiani, bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus memiliki makna besar bagi sesama.

Seperti yang tertulis dalam Injil:
“Apa yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Di tengah keterbatasan, kasih tetap menemukan jalannya. Dan di Olilit Barat pagi itu, harapan kembali tumbuh, pelan namun pasti.(rls:wu/jk)