Pastor Pius Heljanan MSC dan Makna Kehadiran Tuhan di Jalan Emaus
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Pagi yang tenang di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (8/4/2026), menjadi ruang permenungan iman bersama Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.
Dalam suasana yang sederhana namun sarat makna, ia mengajak umat untuk kembali menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap perjalanan hidup, terutama di tengah pergumulan.
Mengangkat refleksi dari Injil Lukas tentang perjalanan ke Emaus, Pastor Pius menuturkan bahwa pengalaman dua murid yang berjalan dalam kesedihan merupakan cerminan kehidupan manusia masa kini.
Dalam keterbatasan dan beban hidup, manusia kerap larut dalam persoalan hingga tidak lagi mampu mengenali kehadiran Tuhan yang sesungguhnya berjalan bersama.
“Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam,” kutip Pastor Pius Heljanan MSC, mengingatkan kembali doa para murid Emaus yang sarat kerinduan akan kehadiran Ilahi.
Menurutnya, fokus yang berlebihan pada persoalan sering kali membuat manusia lupa untuk mengundang Tuhan hadir dalam hidup.
Padahal, dalam setiap situasi, termasuk saat kesedihan dan keputusasaan, Tuhan tetap menyertai, meskipun kehadiran-Nya tidak selalu disadari.
Ia menekankan pentingnya membangun relasi yang intim dan berkesinambungan dengan Tuhan melalui doa.
Dalam keheningan doa, setiap pergumulan dapat dipersembahkan, sehingga manusia tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan hidup.
“Kita terlalu sibuk dengan persoalan, hingga lupa mengundang Tuhan tinggal bersama kita. Padahal, kehadiran orang-orang baik yang menolong dan menyapa kita saat susah adalah cara Tuhan hadir dalam hidup kita,” ungkapnya.
Pastor Pius juga mengajak umat untuk tetap berjalan dalam semangat persaudaraan, saling menguatkan, dan menjadi tanda kasih Tuhan bagi sesama.
Baginya, relasi antar manusia yang tulus adalah wujud nyata kehadiran Tuhan di tengah dunia.
Menutup refleksinya, ia mengingatkan umat untuk tidak pernah lupa mengucapkan doa sederhana namun mendalam, sebagai bentuk penyerahan diri kepada Tuhan.
“Jangan lupa katakan, ‘Tuhan tinggallah bersamaku selalu’,” tutup Pastor Pius Heljanan MSC.(rls:ph/jk)