April 17, 2026
WhatsApp Image 2026-04-08 at 05.00.08(1)

POLITISI DARI KAKILIMA ITU TELAH TIADA

oleh ReO Fiksiwan

„Allah menegakkan negara yang adil meski kafir, dan tidak menegakkan negara yang zalim meski muslim.” — Ibnu Taimiyah(1263-1328), As-Siyasah Asy-Syar’iyyah fi Islahir Ra’i war Ra’iyyah(Terjemahan Pustaka Hidayah 1995)

Boby Daud lahir di Manado pada 27 Maret 1972 dan meniti jalan hidupnya dari seorang pedagang kaki lima hingga menjadi salah satu figur politik yang berpengaruh di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Reformasi membuka ruang bagi demokrasi multi partai, dan di sanalah ia menemukan panggilan baru sebagai politisi.

Bergabung dengan Partai Amanat Nasional, ia mulai ikut kontestasi politik sejak 2005 dan berhasil terpilih dua periode sebagai anggota DPRD Kota Manado.

Dari titik itu, kiprahnya terus meluas hingga dipercaya memimpin PAN Sulut sebagai Ketua DPW, sebuah posisi yang menandai puncak karier politiknya.

Perjalanan Boby Daud bukan hanya tentang jabatan, melainkan tentang keberanian bersuara.

Ia dikenal vokal memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik, serta aktif dalam kegiatan olahraga dan sosial, termasuk memimpin Persatuan Sepak Takraw Indonesia Sulut.

Dalam kontestasi politik, ia beberapa kali maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado — di antara berpasangan dengan Jimmy Rimba Rogi dari Golkar dan terakhir Benny Parasan dari Gerindra — meski langkahnya tidak selalu mulus.

Namun, semangatnya untuk membangun daerah dan memperkuat jaringan politik lokal menjadikannya sosok yang dihormati, baik oleh kawan maupun lawan politik.

Tapi, kabar duka datang mendadak — dari laman facebook Ir. Djafar Alkatiri MPdi. dua jam sebelumnya — tepat 7 April 2026 malam, Boby Daud dikabarkan wafat di usia 54 tahun saat dirawat di rumah sakit di Manado sejak lebih dua pekan silam akibat kanker darah.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, dengan banyak ucapan belasungkawa datang dari tokoh politik, aktivis, dan masyarakat Sulawesi Utara.

Kehilangan ini dirasakan sebagai hilangnya suara yang lantang, seorang tokoh yang berkomitmen pada kepentingan rakyat dan pembangunan daerah.

Obituari ini bukan sekadar catatan tentang akhir hidup seorang politisi, melainkan refleksi tentang perjalanan seorang manusia yang berangkat dari kesederhanaan, menembus ruang politik, dan meninggalkan jejak yang akan dikenang.

Boby Daud adalah contoh bahwa politik bisa lahir dari jalanan, dari pergulatan hidup sehari-hari, dan bahwa keberanian untuk bersuara dapat menjadikan seseorang bagian penting dari sejarah lokal.

Ia wafat, tetapi semangatnya tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah mendengar suaranya dan merasakan perjuangannya.

#cover Quran:
Surah Yaseen versi tilawah oleh Anisur Rahman dirilis pada 27 Juni 2024 melalui label Zikrullah TV, kemudian hadir pula dalam berbagai versi rekaman lain yang dipublikasikan hingga Mei 2025.

Karya ini berupa bacaan penuh Surah Yaseen dalam format spoken word Qur’an recitation, berdurasi sekitar 21 menit.

#credit foto diambil dari facebook dan diedit via MetaAI