Sepenggal Kisah Seorang Anto Narasoma
Anto Narasoma Sedang Membacakan Puisi Karyanya Sendiri
Oleh: Paulus Laratamase
–
Adalah Anto Narasoma, seorang sastrawan produktif yang sudah beberapa waktu lalu telah kubaca karya-karya cemerlangnya. Narasi-narasi puitisnya menggugah setiap pembaca memaknai dasar pijak narasi-narasi itu ditulis.
Senin 16 Desember 2024, kucoba mengontaknya via whatsapp, ingin memublikasikan dua karyanya yang diposting di group whatsapp Satupena. Syukur Alham Dullillah… pesan yang dikirim direspon begitu cepat dan komunikasipun dibangun dengan begitu baik.
Sang penyair yang sudah dikenal dunia sastra Indonesia, begitu dengan rendah hati mengutarakan bagaimana subtansi sebuah pesan bermakna sastra harus dijiawai seorang penyair dalam bentuk apa saja entah itu fiksi atau non fiksi. Demikian cerita berdurasi 38 menit mengantar lamunan saya pada sosok seorang Anto Narasoma yang luar biasa memiliki aksentuasi seni yang tinggi dalam dan melalui karya-karya sastranya.
Video di atas, merupakan sebuah bukti karya-karya monumentalnya, yang tidak hanya bercerita tentang dunia masa lalu yang telah berlalu tanpa sebuah makna. Justeru pesan karya-karya sastranya up date sampai kapanpun di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kisah “Di Bias Cahaya Matamu” yang di dalamnya terdapat sepenggal puisi berjudul “Kecemasan Pada Hari Pemilihan Kepala Daerah,” sebuah narasi monumental yang kini dialami dan dirasakan pada Pemilukada di tahun 2024.
Gambaran dunia politik diramu sedemikian rupa sehingga mengantar pembaca dan pendengar pada dunia faktual manusia pada sebuah actus yang tidak memanusiawikan manusia itu sendiri.
Adalah Antoh Narasoma, sosok seorang yang rendah hati, ingin memajukan dunia sastra Indonesia yang berpijak pada bumi Ibu Pertiwi yang melahirkan kehidupan manusia Indonesia pada zamannya.
Proficiat Mas Antoh Narasoma, sapaan yang diusulkannya, dikarenakan umur kami yang tidak beda jauh. Salam hormat dari Papua, tanah yang penuh dengan susu dan madu yang penuh juga dengan konflik tak henti-hentinya bagi para pemburu madunya.