Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Siapkan Diri Kita Yang Terbaik Menuju Kematian

Tausiah Religi
Rasulullah Bersabda :
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim) .
==============
Kamis , 20 Nopember 2025 (29 Jumadil Awwal 1447 H)

Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Tidak henti – hentinya kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah ﷻ yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam; karunia yang teramat besar yang Allah karuniakan kepada hamba – hamba-Nya.
Semoga kita selalu termasuk yang mendapatkan hidayah-Nya serta berada dalam keadaan Iman dan Islam hingga akhir hayat kita.

Dan tentunya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat nyawa yang masih diberikan kepada kita. Sehingga pada kesempatan ini kita masih dapat beribadah kepada – Nya, mengingat – Nya, serta memuji – Nya.

Sebuah pujian hanya layak dimiliki oleh Allah. Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah.
Sungguh tidaklah pantas bagi manusia untuk mengharapkan pujian, tidak pantas bagi manusia untuk merasa telah berjasa, karena sungguh sejatinya segala pujian hanya milik Allah semata.

Dan kami mengajak diri kami sendiri serta saudaraku seiman sekalian untuk terus memperkokoh ketaqwaan kepada Allah ﷻ .
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada – Nya; dan janganlah sekali – kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS.Ali Imran : 102)

Dan tentunya, sholawat serta salam semoga selalu tercurah tak henti – hentinya kepada Nabi Muhammad ﷺ beserta keluarganya dan para sahabatnya.

Dalam kuliah Shubuh pagi ini, mari kita merenung sejenak tentang sesuatu yang pasti kita hadapi, sesuatu yang menjadi gerbang dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat, yaitu kematian.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 28, Allah berfirman :
Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada – Nyalah kamu dikembalikan.

Dalam Tafsir Ibn Katsir, dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan akan kekuasaan Allah dan sungguh aneh orang yang ingkar kepada Allah sementara manusia awalnya tiada, lalu Allah menjadikannya ada di muka bumi ini.
Ayat ini juga menunjukkan bahwa kita semua pasti mati.
Dan kita semua pasti akan dibangkitkan kembali setelah kematian itu.

Maka apa saja kewajiban kita dalam kehidupan ini sebagai persiapan diri kita sebelum mati? Tentunya ada banyak hal.
Namun setidaknya ada tiga hal yang akan kita bahas pada kesempatan berharga ini.

1.Yang pertama, beramal sebaik mungkin.
Dalam Al-Quran, Allah berfirman dalam surat Al-Mulk ayat 1-2:
(1) Mahasuci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
(2) Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

Seperti apakah amalan yang terbaik itu ?
Salah satu indikatornya adalah, pekerjaan itu dilakukan dengan istiqomah.
Dalam hadith shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda :
“Sesungguhnya sebaik – baik pekerjaan adalah yang rutin atau berkelanjutan, meskipun itu sedikit.”

Beramal sebaik mungkin juga berarti bahwa pekerjaan itu kita lakukan dengan seikhlas mungkin, semaksimal mungkin dan dengan sesempurna mungkin.
Baik dalam interaksi kita kepada Allah maupun kepada sesama manusia, dalam tiap amal kita patrikan dalam diri kita bahwa bisa jadi itu adalah amal terakhir kita.

2.Yang kedua, menyiapkan amal yang terus mengalir pahalanya .
Diantara yang dapat kita persiapkan adalah dengan memperbanyak amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh yang dapat mendoakan kita kelak. Sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ .
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,::
”Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendo`akan orang tuanya.” (HR. Muslim).

3.Yang ketiga, berdoa agar diberikan husnul khotimah.
Apakah itu husnul khotimah?
Diantara tanda utama husnul khotimah ialah apabila ia mengucap kalimat “laa ilaaha illallaah” di akhir hayatnya.
Dalam sebuah hadith shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda :
“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallaah’ maka dia akan masuk Surga.”

Indikator lainnya dari seorang yang husnul khotimah apabila ia mengerjakan pekerjaan baik di akhir hidupnya.

Rasulullah ﷺ bersabda :
“Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.”
Para sahabat bertanya;
“Bagaimana membuatnya beramal?” :
beliau menjawab: “Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Selain berusaha dengan segenap amal untuk mencapai husnul khotimah, kita juga harus berdoa agar Allah memberikan kita keistimewaan ini. Salah satu doa untuk meminta husnul khotimah adalah sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Yusuf, yang terekam dalam surat Yusuf ayat 101:
“Wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang sholeh.”

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Sebagai seorang muslim, selayaknya kita selalu mengingat bahwa hidup kita di dunia ini hanyalah sementara. Kebahagiaan dan kesedihan adalah bagian dari kehidupan ini yang harus kita jalani dengan penuh keimanan.

Allah ﷻ berfirman:
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam – tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.
Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoan – Nya.
Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.”

Namun demikian, Allah juga mengingatkan kepada kita dalam surat Al-Qasas ayat 77:
“Dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”

Akhirnya, semoga kelak kita termasuk hamba Allah yang dapat beramal baik selama hidup kita, meninggal dalam keadaan husnul khotimah, serta berkesampatan bertemu dengan – Nya di surga nanti.

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته