Subuh, Zikir Malaikat dan Langkah Manusia
Yusufachmad Bilintention
Subuh menjelma samudra, tak pernah berakhir.
Ia melampaui puncak ilmu dan sains fana.
Subuh bukan sekadar waktu, ia adalah keajaiban yang melampaui logika dan menyentuh nurani. Puisi ini adalah refleksi spiritual tentang makna terdalam dari salat Subuh yang agung.
Subuh Ajaibmu Melibas Waktu
Subuh bukan sekadar waktu,
Ia adalah keajaiban yang menembus batas ragu.
Bukan dongeng dalam kitab tua,
Melainkan cahaya yang nyata, menyapa jiwa.
Jika tujuh keajaiban dunia larut dalam air,
Subuh menjelma samudra, tak pernah berakhir.
Ia melampaui puncak ilmu dan sains fana,
Menembus logika yang tak mampu menjangka.
Harta para milyuner,
Bahkan khazanah Qarun yang tak terukur,
Tak mampu menandingi kilau Subuh yang hadir,
Dalam sujud yang jujur, dalam zikir yang lirih.
Mengapa ia disebut ajaib?
Karena ia dirindu, namun sering terlewat.
Lebih agung dari lampu Aladin yang mitos,
Subuh adalah saksi niat yang tulus dan ikhlas.
Bumi bersujud, langit pun bersaksi,
Malaikat berzikir dalam sunyi yang suci.
Subuh bukan sekadar rutinitas,
Ia adalah gerbang menuju cahaya yang bebas.
Kini, esok, hingga akhir zaman,
Subuh tetap menjadi penanda iman.
Ia melibas waktu, menembus gelap,
Menjadi cahaya yang tak pernah redup.
Surabaya, 5 Desember 2024
Dalam heningnya pagi, ada kekuatan yang tak terlihat namun terasa. Subuh adalah gerbang cahaya, tempat jiwa bertemu keabadian. Mari kita temui keajaiban itu setiap hari.
#Kompasiana #https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com/2025/10/subuh-ajaibmu-cahaya-jiwa-di-ujung-fajar.html