Penghargaan Tanpa Kejujuran
Karya : Eka Teresia
–
Tak ada tepuk tangan yang membahana,
Sunyi senyap, tak ada gemuruh puja.
Piala kristal berkilauan hampa,
Sebab ia berdiri di panggung tanpa penonton, bisu dan jelaga.
Bukan karena bakat atau pena yang tajam,
Bukan karena karya yang memahat zaman.
Ia hadir bak hadiah yang suram,
Diberikan karena laci terisi donasi sang dermawan.
Lampu sorot membius mata yang memandang,
Padahal akar kebusukan telah mengembang.
Sastra dijadikan komoditas yang lapang,
Dihiasi dusta, sementara kebenaran terbuang.
Seharusnya sang aktor dibalik panggung merasa malu,
Pada cermin diri, pada bayangan yang menderu.
Mereka yang mengatur naskah, mengganti waktu,
Merangkai skenario palsu, mencuri hak yang berlaku.
Nama-nama suci dicoret dengan tinta hitam,
Mereka yang pantas, yang berkeringat malam.
Karya-karya agung dibungkam perlahan,
Demi tepuk tangan kosong di ranah kehampaan.
Penghargaan ini—sebuah monumen kesemuan,
Dibangun di atas fondasi tipu daya dan kebohongan.
Ia bukan mahkota, melainkan cap aib tanpa ampunan,
Mencoreng wajah seni, mengkhianati kejujuran.
Padang ,30 Oktober 2025