May 10, 2026
narasoma diploma

Anto Narasoma

di atas kijing rumah limas, keris dihunus ke depan
belanda dan keparat yang menginjak-injak harga diri, menyusun strategi

dalam gemuruh ombak kali musi
gelegak dendam dan darah yang tercecer di kain songket pun
merebak ke ubun-ubun
hingga kebencian menjadi api

dalam perjalanan panjang ;
iring-iringan kapal belanda berlayar dari neraka
moncong meriam dan selongsong peluru pun
bertebaran ke kajang angkap

“najamudin, najamudin !
kau hianati kamar tidur, ruang kelahiran kita” lalu teriakan itu menusuk pilu

lalu, di atas perapian
Sultan Machmud Badaruddin
menitikkan kemarahan dalam cairan darah di jantungnya

pistol dan kelewang pun
kocar-kacir dalam kepungan yang lengkap

tak hanya darah
siasat kekejian pun mengalir di atas penghianatan
maka sejarah pun menghilang tanpa jejak

*Machmud Badaruddin!”
teriakan itu berlayar ke laut lepas

rantai panjang dan belenggu membelit di sekujur perlawanan yang lelah tanpa air mata

tak ada lagi garis komando
tak ada lagi pekik perlawanan
laut hanya lorong sepi
yang membawa kepedihan sepanjang sejarah gelap di ternate

Machmud Badaruddin
bawalah Plembang ke perlawanan yang jauh dan jauh
sebab, di ujung kemudi kapal, itulah apimu membara, meranggas dendam

Palembang
September 1985
————-

Anto Narasoma
SULTAN MACHMUD BADARUDDIN

en el techo de la casa
piramidal la daga seadelanta
holandes y hijo de puta
guien pisotea orgullo
elaborar estrategias

en el rugido delas olas del monzon
burnujeando con venganza y sangre
que estaba esparcido sabrela tela songket
extenderse hasta la corona
hasta que el odio se lan vierta

en un largo viaje
convoy de barcos holandes
navegando desde el infierno
y casquilos de bala tambien
esparcidos en el techo de la casa

“Najamudin, Najamudin,
tracionaste el dormitorio
nuestra sala de partos
entonces el grito fue”,
desgarra doromente triaste

entonces
enlima de la chimenea
sultan machmud badaruddin
derramar ira
en el luquido sanguineo del corazon

almas y kelewang tambien al reves completo asedio

no solo sangre
la traicion y la crueldad se suman a la tracion
entonces la historia desaparecio sen dejar rastro

“machmud badaruddin !”
el grito navego macia mar abierto

largas cardenas y grilettes enre dados

no mas linea demando
no hubo mas gritos de resistencia
el mar solo un corredor tranquilo
que trae dolor a lo largo de la. oscura historia de ternate

machmud badaruddin
l levar plembang a un partido lejano
porcue, al timon del barco, arde tu fuego, ardiendo de venganza