TAK ADA JALAN BUNTU
KAMIS 12/3/2026
Pekan Prapaskah III (U)
– Yeremia 7:23-28
– Lukas 11:14-23
Allah bersabda: “Ikutilah jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia” (Yeremia 7:23b). Apa artinya bagi kita sekalian?
Saudari – saudara terkasih.
1). Semua perintah, ketepan dan Firman Allah itu untuk kepentingan manusia, yaitu bahagia di dunia dan selamat di akhirat.
2). Perintah Allah itu kadang bertolak belakang dengan kemauan kita, tetapi cobalah untuk lebih suka mendengarkan dan mengikuti-Nya, maka jalan kebahagiaan akan terbuka bagimu.
Saya pernah mengikuti suatu proses pengolahan diri tentang menghadapi masalah, entah masalah dalam diri maupun masalah dari luar diri atau masalah dari orang lain.
Proses intensifnya 3 bulan dan selama tiga bulan itu hand phone (HP) dan leptop dikumpulkan. Tidak boleh baca koran atau nonton televisi. Kalau bimbingan, selalu ada 3 kursi, yaitu satu kursi untuk saya, satu kursi untuk pembimbing dan satu kursi kosong untuk Tuhan.
Pada bulan PERTAMA, ada banyak materi yang saya tak setuju dan ingin protes atau lawan; tetapi sejak awal dikatakan ikut saja dan jangan lawan, maka saya ikut saja. Bulan KEDUA, saya merasa mulai menikmati prosesnya.
Bulan KETIGA, mulai jelas bahwa apa yang tadinya saya pikir paling benar itu ternyata kurang benar atau tidak benar. Dan terlihat jelas bahwa tidak ada jalan buntu dalam setiap persoalan hidup di dunia ini.
Mungkin kita mengharapkan jalan yang jelas dan terang, tetapi kadang jalan itu terasa terlalu sederhana dan tersamar dalam kabut perasaan manusiawi yang tidak pasti. Perintah dan Firman Tuhan itu bagai lampu untuk menerangi setiap langkah hidup di dunia ini.
Kadang menemui jalan buntu karena kita sendiri membebani diri dengan pikiran dan keinginan diri; tetapi coba ambil waktu hanya bersama Tuhan dan mengikuti perintah-Nya maka akan terlihat bahwa tak ada jalan buntu di dunia ini. Amin
P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Thursday, March 12, 2026