April 30, 2026
admin-ajax (1)_11zon

Oleh Budhy Munawar-Rachman

Saya ingin berbagi bacaan buku kepemimpinan, The Power of When karya Michael Breus (2016)

Dalam The Power of When, Michael Breus memperkenalkan konsep bahwa waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu adalah sama pentingnya dengan apa yang dilakukan atau bagaimana melakukannya. Buku ini mengajarkan bahwa ritme biologis seseorang, yang disebut dengan “chronotype”, memengaruhi produktivitas, kesehatan, dan kebahagiaan secara signifikan. Dengan memahami ritme ini, kita dapat menentukan “kapan” waktu terbaik untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, makan, hingga berolahraga.

Breus mendasarkan teorinya pada penelitian ilmiah tentang ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang memengaruhi fungsi internal seperti suhu tubuh, kadar hormon, dan pola tidur. Dia menunjukkan bahwa banyak masalah modern, seperti kelelahan kronis, stres, dan produktivitas rendah, berasal dari ketidaksesuaian antara jadwal sosial dan ritme biologis individu.

Breus membagi manusia menjadi empat chronotype utama yang masing-masing dinamai berdasarkan sifat hewan tertentu: Dolphin (Lumba-Lumba): yaitu orang dengan pola tidur yang ringan dan mudah terganggu. Sering mengalami insomnia dan sulit merasa segar setelah tidur. Dan cenderung perfeksionis, cerdas, dan neurotik. Lion (Singa): yaitu orang dengan pola bangun pagi dengan penuh energi. Produktif di pagi hari tetapi cenderung lelah di sore hari. Optimis, terorganisir, dan sering menjadi pemimpin. Bear (Beruang): yaitu orang dengan pola mengikuti pola tidur matahari: bangun dan tidur sesuai ritme alam. Sosial, mudah bergaul, dan bekerja dengan baik dalam tim. Merupakan mayoritas populasi. Dan Wolf (Serigala): yaitu orang dengan pola produktif di malam hari dan sulit bangun pagi. Kreatif, emosional, dan cenderung impulsif.

Chronotype seseorang ditentukan secara genetis dan dapat diidentifikasi melalui kuis yang disediakan Breus dalam bukunya. Setelah mengetahui chronotype, individu dapat menyesuaikan jadwal mereka untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan.

Breus menawarkan jadwal ideal untuk setiap chronotype, mencakup waktu terbaik untuk melakukan berbagai aktivitas:

Dolphin: Pagi: Mulai hari dengan olahraga ringan untuk meningkatkan energi. Siang: Fokus pada pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi. Malam: Hindari stimulan seperti kafein dan gadget; fokus pada relaksasi.

Lion: Pagi: Kerjakan tugas terpenting dan kompleks sebelum makan siang. Siang: Gunakan waktu ini untuk tugas-tugas ringan atau rapat. Malam: Istirahat lebih awal untuk mengisi energi keesokan harinya.

Bear: Pagi: Mulai perlahan dengan rutinitas sederhana. Siang: Waktu paling produktif, manfaatkan untuk pekerjaan berat. Malam: Santai dan bersosialisasi sebelum tidur.

Wolf: Pagi: Fokus pada tugas-tugas ringan, karena tubuh belum sepenuhnya terjaga. Siang: Mulai meningkatkan intensitas pekerjaan. Malam: Kerjakan tugas kreatif atau penting saat energi puncak.

Breus menyoroti bahwa mengikuti ritme biologis memiliki berbagai manfaat:

Produktivitas: Menyesuaikan waktu kerja dengan chronotype memungkinkan seseorang bekerja lebih efisien dan menghasilkan kualitas yang lebih baik.

Kesehatan: Tidur yang lebih baik dan pola makan yang teratur membantu mencegah penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Hubungan Sosial: Memahami chronotype pasangan atau kolega membantu meningkatkan komunikasi dan kerja sama.

Breus juga menggarisbawahi bahwa banyak orang tidak menyadari ritme biologis mereka sendiri dan hidup dengan jadwal yang “dipaksakan” oleh tuntutan sosial, yang disebutnya sebagai “social jet lag”. Hal ini dapat mengakibatkan stres, kelelahan, dan kinerja yang buruk.

Kritik dan Keterbatasan

Meskipun konsep Breus menarik dan didukung oleh penelitian ilmiah, buku ini memiliki beberapa keterbatasan:

Generalitas: Breus menggunakan empat kategori yang mungkin terasa terlalu sederhana untuk menggambarkan keragaman manusia. Beberapa orang mungkin merasa tidak sepenuhnya sesuai dengan salah satu chronotype.

Kesulitan Praktis: Tidak semua orang memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan jadwal mereka. Misalnya, seseorang dengan chronotype Wolf mungkin sulit bekerja di malam hari jika pekerjaan mereka menuntut jam kerja pagi.

Penekanan pada Biologi: Meskipun biologi penting, Breus cenderung mengabaikan faktor psikologis, lingkungan, dan sosial yang juga memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan.

Meskipun demikian, The Power of When memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana waktu memengaruhi kualitas hidup kita. Dengan menyesuaikan jadwal berdasarkan chronotype, Breus menunjukkan bahwa kita dapat hidup lebih sehat, bahagia, dan produktif. Namun, keberhasilan menerapkan konsep ini membutuhkan kesadaran diri, fleksibilitas, dan, dalam beberapa kasus, perubahan budaya kerja yang lebih luas.

Sebagai kritik konstruktif, kita perlu memahami bahwa buku ini adalah panduan, bukan solusi mutlak. Penyesuaian jadwal sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan individu secara keseluruhan, termasuk tuntutan pekerjaan, keluarga, dan preferensi pribadi.

Secara keseluruhan, The Power of When adalah panduan yang bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memahami dan memanfaatkan ritme biologis mereka untuk mencapai hidup yang lebih seimbang dan memuaskan.

Daftar Pustaka

Breus, M. (2016). The power of when: Discover your chronotype—and the best time to eat lunch, ask for a raise, have sex, write a novel, take your meds, and more. Little, Brown Spark.