April 20, 2026

“Waktu yang Menua di Tubuh Ibu”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

leni1

Ilustrasi "Waktu yang Menua di Tubuh Ibu": Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA). Sumber Gambar: Starcom Indonesia's Artworks No. 925 - 107 (Assisted by AI).

/1/

Waktu yang Menua di Tubuh Ibu

Puisi oleh Leni Marlina

[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]

Ibu,
engkau tidak pernah benar-benar tua,
hanya waktu yang menua di tubuhmu.

Ia menggoreskan dirinya di kulitmu,
meninggalkan jejak di punggungmu,
tetapi aku tahu,
di dalam tubuhmu,
kau masih seperti dulu—
selalu lebih muda dari kesedihan.

Bukittinggi, Sumbar, 2004

/2/

Cinta Ibu Tidak Selalu Butuh Suara

Puisi oleh Leni Marlina

[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]

Tanganmu berbicara lebih banyak
daripada bibirmu yang penuh doa.

Dari genggamanmu,
aku tahu bahwa cinta tidak selalu butuh suara.

Dari sentuhanmu,
aku mengerti bahwa rumah
bukanlah tempat,
tetapi kehadiran yang bisa merangkul
meski dari kejauhan.

Bukittinggi, Sumbar, 2004

/3/

Mencari Ibu

Puisi oleh Leni Marlina

[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]

Jika dunia ini padam,
aku akan mencarimu di dalam gelap.

Aku tahu,
bahkan dalam ketiadaan cahaya,
engkau masih bisa menjadi lentera
yang mengantarkanku pulang.

Dan jika engkau pun tak lagi ada,
maka aku akan mencarimu
di dalam ingatan yang tak pernah mati.

Bukittinggi, Sumbar, 2004

/4/

Menampung Rindu Kepada Ibu

Puisi oleh Leni Marlina

[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]

Aku menampung rinduku kepadamu,
tetapi sungai ini tak tahu ke mana harus pergi.

Jika aku kirimkan ke langit,
apakah ia akan jatuh sebagai hujan
yang bisa menyentuhmu?

Atau harus aku biarkan saja,
menjadi laut yang terus meluas,
tanpa pernah menemukan daratan?

Bukittinggi, Sumbar, 2004

/5/

Menyebut Nama Ibu Diantara Lipatan Waktu

Puisi oleh Leni Marlina

[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]

Aku masih menyebut namamu di antara lipatan waktu,
mengirimkan doa seperti angin
yang tak pernah lelah mengetuk jendela langit.

Aku tidak tahu apakah suaramu masih ada di dunia ini,
tetapi aku tahu bahwa namamu
masih bergetar di dalam jiwaku.

Karena ibu,
cinta tidak pernah benar-benar mati—
ia hanya berubah menjadi doa
yang tak pernah selesai diucapkan.

Bukittinggi, Sumbar, 2004

————————-

Biografi Singkat

Kumpulan puisi di atas awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2004. Puisi di atas (no. 1-5) ditulis sebulan setelah kepulangan penulis dari Jakarta, menerima penghargaan sebagai Terbaik Pertama Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional (MAWAPRES) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada pada tahun yang sama 2004. Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2025.

Karya lainnya dari Leni Marlina yang dimuat di media Suara Anak Negeri bisa dilihat pada link berikut:
https://suaraanaknegerinews.com/category/puisi-leni-marlina-bagi-anak-bangsa/.

Leni sampai saat ini merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat sejak berdiri tahun 2022; Komunitas Kreator Indonesia Era AI. Selain itu, ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair dan Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Leni pernah terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Leni Marlina telah mendirikan sekaligus mengetuai sejumlah kecil komunitas sosial, bahasa, sastra, literasi dengan platform digital meliputi:

1. World Children’s Literature Community (WCLC): https://shorturl.at/acFv1
2. Poetry-Pen International Community
3. PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat), the Poetry Community of Indonesian Society’s Inspirations: https://shorturl.at/2eTSB; https://shorturl.at/tHjRI
4. Starcom Indonesia Community (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia):
https://rb.gy/5c1b02
5. Linguistic Talk Community
6. Literature Talk Community
7. Translation Practice Community
8. English Languange Learning, Literacy, Literary Community (EL4C)

time-ages-upon-m…ra-fsm-acc-shil

“Waktu yang Menua di Tubuh Ibu”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)