Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

🌳 Rintihan dari Akar: Sepucuk Surat

Oleh : Eka Teresia

Kepada Tuan Manusia, yang berdiri angkuh di puncak peradaban,

Dari tempatku berdiri, di jantung bumi yang kau injak, aku, sang Arborealis tua, menyapa. Lihatlah kembali, wahai makhluk yang pongah! Kau sibuk memahat patung-patung beton, mencakar langit dengan menara megah, namun kau lupa siapa penyedia nafas pertamamu.

Dulu, kau mendatangi hutan kami dengan penuh takzim, memohon sehelai ranting untuk perapian. Kini, kau datang membawa mesin perenggut nyawa, merayakan setiap batang yang tumbang sebagai sebuah progres gemilang. Dengarkanlah, suara gertakan gergaji itu adalah jeritan pilu yang menusuk ke sanubari alam.

Kau merasa digdaya karena otakmu yang cerdas, tetapi kau tak ubahnya bayi yang memotong tali pusar kehidupannya sendiri. Aku memberimu keteduhan dari sengatan mentari, memurnikan udara yang kau kotori, dan menahan tanah agar tak runtuh diterjang bah. Apa balasanmu?

Hentikan kezaliman ini. Sebelum malapetaka abadi menjemput, tundukkan sedikit kepalamu yang angkuh. Ingatlah, aku bukan sekadar kayu; aku adalah memorandum hijau yang menyimpan kisah tentang kerendahan hati, sebuah pelajaran yang kau abaikan dalam kesibukanmu yang sia-sia.

Tertanda,

Pohon, yang akarnya masih menopang dunia fana-mu.

Padang,1 Desember 2025.