April 17, 2026

Universitas Saefulloh Maslul Sirnarasa PPKN III untuk Indonesia Generasi Emas 2045

sejarahwan1

Hadrotus Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs

Oleh Deni Kusuma S. SEJ)*

Kampus Universitas Saefulloh Maslul Sirnarasa PPKN III (USAMA) merupakan kampus yang berada di kaki bukit Gunung Syawal di Ciamis, Jawa-Barat. Kampus ini didirikan oleh Hadrotus Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs sebagai bentuk manifestasi rasa cinta dan peduli kepada pendidikan dan masa depan anak bangsa Indonesia serta menyongsong Indonesia generasi emas di masa yang akan datang tahun 2045.

Universitas Saefulloh Maslul Sirnarasa PPKN III

Kendati beliau adalah u’lama yang tinggal di pedesaan akan tetapi beliau mempunyai mimpi yang besar untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan sekedar mengajarkan praktik ibadah ritual saja akan tetapi juga ibadah sosial yang berdampak besar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Karena, mendirikan universitas tentu bukanlah perkara yang mudah semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas yang harus dijalani dalam setiap fase perjalannya.

Kampus ini didirikan pada tahun 2012 di tengah kondisi keadaan begitu banyaknya santri yang memerlukan akses-akses pendidikan ke perguruan tinggi akan tetapi tidak dapat menjangkaunya lantaran faktor keterbatasan ekonomi. Sedangkan, sebagaimana lazimnya pendidikan, mesti berbayar. Tidak ada pendidikan yang gratis, kecuali dengan mengikuti program-program beasiswa yang telah disediakan oleh negara.

Hal ini menunjukkan dedikasi dan perhatian beliau terhadap nasib pendidikan anak bangsa Indonesia yang ada di pedesaan dan sebagian besar di perkotaan, anak-anak yang tak mampu sekolah karena latar belakang ekonomi keluarga yang sulit keuangannya. Secara pendidikan, beliau menggeluti dunia tersebut dari sejak masih remaja, ketika ayahnya; Kyai Haji Ibrohim dan ibundanya; Hajjah Siti Muslihat, mendirikan Pesantren Al-Ishlah pada 1968 dan terus bertahan hingga saat ini dengan berbagai transformasinya; menambah pendidikan untuk tingkat Roudhotul Athfal (Taman Kanak-Kanak); Madrasah Tsanawiyah; Madrasah A’liyah dan Perguruan Tinggi.

Deni Kusuma, S. SEJ

Pada awalnya kampus Universitas Saefulloh Maslul Sirnarasa PPKN III (USAMA) ini didesain sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa (STID) saja. Akan tetapi berkat antusias dan respeknya masyarakat maka kemudian ia bertransformasi kembali menjadi sebuah universitas yang derajatnya sejajar dengan univeristas-univeristas lainnya di Indonesia. Hal ini menunjukkan tentang adanya bentuk aktualisasi kesetaraan gender serta aktualisasi nilai-nilai Pancasila dari Hadrotus Syeikh dalam konteks pendidikan di Indonesia.

Ibarat sumber air, dengan posisinya yang berada di Puncak Kaki Gunung Syawal dan hampir setara dengan Ciremai, mahasiswa-mahasiswi dari kampus ini terjun ke bawah membawa lentera dan nafas kehidupan yang siap berkiprah untuk kehidupan berbangsa, beragama dan bernegara dalam menghadapi perubahan iklim cuaca kehidupan dalam memasuki awal abad ke-21 ini. Inilah sebuah maha karya dari sosok u’lama kharismatik Hadrotus Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra yang telah bertransformasi selama kurang lebih lima puluh tujuh tahun lamanya dalam memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia.

Demikian ini sejalan dengan pemikiran Stephen Covey, seorang penulis terkenal sekaligus pegiat kemanusiaan yang telah memberdayakan ribuan orang di Amerika Serikat, dalam salah satu tulisannya, The Principle Centred Leadership, di halaman depan bukunya beliau menulis; “Give a man a fish and you feed him for a day, teach him how to fish, and you feed him for a lifetime”. Maknanya; “Berilah seseorang seekor ikan, lalu anda memberinya makan setiap hari, kemudian ajarkan dia bagaimana caranya memancing, maka anda pun sama saja memberinya makan seumur hidupnya”.

)* Deni Kusuma S. SEJSejarawan dari Universitas Gadjah Mada &Staf Khidmat di Universitas Saefulloh Maslul Sirnarasa PPKN III)