HKY Berbagi Kasih di Awal Mei: Hadiah Kecil untuk Anak-Anak Hebat Seusai Misa
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Tanimbar, Maluku – Pagi ini, di awal bulan Mei yang tenang, suasana di halaman gereja terasa hangat dan bersahaja.
Misa pagi ini dipimpin Vikaris Episkopal Wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, RD Ponsianus Ongirwalu di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), Olilit Barat, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Jumat (2/5/25).
Seusai Misa pagi, ada pemandangan yang tak biasa namun penuh makna — Pastor Ponsianus berdiri dengan senyum teduh, membagikan amplop kecil kepada sekelompok anak-anak.
Bukan untuk merayakan ulang tahun atau hari raya besar, tapi sebagai wujud nyata dari kasih yang tidak berkesudahan.
“Sedikit hadiah dari Pastor,” katanya sambil menyerahkan satu per satu. “Untuk transportasi dan jajan ke sekolah hari ini.”
Tidak ada upacara mewah, tidak pula sorotan kamera, namun dalam keheningan pagi itu, kasih sejati bekerja dalam diam.
Seperti tertulis dalam 1 Korintus 13:4-8 — Kasih itu sabar; kasih itu Murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak berdukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.”
Anak-anak itu adalah wajah masa depan: harapan bangsa, negara, Gereja, dan keluarga.
Dalam doa yang lirih namun penuh kuasa, Pastor memohon agar Roh Kudus senantiasa menyertai mereka, memimpin langkah-langkah kecil mereka menuju cita-cita besar yang Tuhan tetapkan.
“Tuhan berkati anak-anak hebat ini,” ucapnya. “Berikan mereka masa depan yang baik. Turunkanlah Roh Kudus untuk menuntun mereka dalam mengejar mimpi-mimpi mereka.”
Di tengah dunia yang semakin keras, kasih menjadi bahasa yang paling dibutuhkan.
Bukan hanya dalam bentuk uang atau materi, tetapi dalam perhatian, sapaan, dan doa.
Dan pagi itu, kasih hadir di halaman gereja — sederhana, tulus, dan menyentuh.
Pesan Pastor pun mengingatkan semua yang hadir bahwa kekuatan sejati ada dalam kebersamaan:
“Ubi Amicia, Ibi Opes” – Di mana ada kawan, di situ ada kekuatan.
Sebuah salam dari Pastor disampaikan mengakhiri momen tersebut: S A L V E… Salam damai, salam kasih, dari satu hati yang ingin memberi arti.