April 25, 2026

Ibadah Perjamuan Kudus GBI MILOS Saumlaki: Mujizat, Kesaksian dan Aroma Surga di Tengah Hujan Ringan

Oleh : joko

http://suaraanknegerinews.com | SAUMLAKI – Di bawah langit yang mendung dan gerimis tipis pada Minggu pagi, 4 Mei 2025, sekitar 100 jemaat memadati Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS) Saumlaki untuk mengikuti Ibadah Perjamuan Kudus.

Ibadah yang dimulai tepat pukul 09.00 WIT ini digelar di Jalan Ir. Soekarno, belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Minggu (4/5/25).

0-3968×2976-0-0#

Gereja yang telah berdiri sejak tahun 2013 ini mengawali ibadah dengan puji-pujian dan syukur atas penyertaan Tuhan.

Dalam suasana khusyuk, para jemaat menyampaikan semua beban hidup dan segala keluhan sakit penyakit mereka melalui doa di hadapan Tuhan.

0-3968×2976-0-0#

Keyakinan akan hadirat-Nya begitu terasa ketika Evangelis Pieter Batilmurik (61), salah satu pelayan gereja, menyampaikan bahwa “kemenangan dari Tuhan telah dianugerahkan kepada kita umat manusia.”

Kesaksian dari salah satu jemaat pun menambah semangat rohani pagi itu, Piter Batlayeri (40), Pelayan GBI MILOS, menceritakan pengalamannya menyaksikan mujizat ketika menyebut nama Yesus dalam situasi darurat di rumahnya.

“Adik saya kerasukan setan saat saya sedang memancing. Tapi setelah saya sebut nama Yesus, ia sembuh seketika,” tuturnya.

Ia juga membagikan kisah penyembuhan seorang anak yang sakit perut melalui doa dan air yang diberkati.

0-3968×2976-0-0#

Selain itu, Ibu Susana Dasfordate (36), pengasuh anak sekolah minggu, bersaksi tentang kebaikan Tuhan dalam keluarganya.

“Saya hanya ingin bersyukur karena Tuhan Yesus sangat baik. Anak saya bertambah usia, dan kami ingin mempersembahkan pujian untuk Tuhan,” ujarnya haru.

Suasana kemudian diarahkan kepada kebenaran firman Tuhan yang disampaikan oleh Gembala Sidang, Pdt. Helbert S. Wahilitwam yang dalam doanya, ia menyerahkan seluruh jemaat kepada Tuhan, memohon penyertaan dan pengudusan selama penyampaian firman.

0-3968×2976-0-0#

Khotbah hari itu mengangkat pesan dari Kejadian 8:21, tentang bagaimana Tuhan mencium persembahan Nuh dan berjanji untuk tidak lagi membinasakan bumi meski hati manusia cenderung jahat sejak kecil.

“Tuhan tidak melihat perasaan manusia, Ia melihat pengorbanan, bagaimana pengorbanan yg berdampak kepada Tuhan,” tegas pendeta.

Ia melanjutkan dengan penekanan pada Efesus 2:8, yang menegaskan bahwa keselamatan adalah anugerah, bukan hasil usaha.

“Tuhan ingin kita mencium aroma surga, seperti yang dicium-Nya dari persembahan Nuh. Itulah aroma ketenangan dan kepuasan,” ujarnya.

0-3968×2976-0-0#

Firman ditutup dengan 1 Yohanes 4:10 tentang kasih Allah yang mendahului kasih manusia, ditandai dengan pengutusan Yesus Kristus sebagai pendamaian bagi dosa-dosa.

Setelah firman, jemaat mengikuti Perjamuan Kudus dengan khidmat, dilanjutkan dengan persembahan dan puji-pujian penuh sukacita.

Ibadah diakhiri dengan pengumuman rutin mingguan: Menara Doa pada Rabu malam, Ibadah Wanita setiap Rabu sore, Konseling pada Hari Kamis, Ibadah Pemuda di Pelabuhan Feri hari Jumat, Buka Puasa Sabtu, serta Ibadah dan Sekolah Minggu pada hari Minggu mendatang.

Sebelum pulang, jemaat saling bersalaman dan meninggalkan gereja dengan wajah berseri karena dikuatkan oleh firman dan penuh sukacita dalam hadirat Tuhan.