Hangatnya Sentuhan Kemanusiaan di Puncak Jaya: Satgas Damai Cartenz Bagikan Sembako di Kampung Kulirik
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Puncak Jaya, 3 Mei 2025 — Udara sejuk khas pegunungan di Kampung Kulirik, Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, pagi itu disambut hangat oleh senyum tulus dari para personel Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025.
Namun bukan patroli atau operasi keamanan Polri yang menjadi tujuan mereka kali ini, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang sederhana namun bermakna: membagikan sembako dan makanan ringan kepada warga setempat.
Di tengah tantangan alam dan sosial yang masih membayangi wilayah pegunungan Papua, kehadiran Polri berseragam lengkap membawa bingkisan berisi beras, minyak goreng, mie instan, gula, hingga camilan untuk anak-anak, menjadi pemandangan yang menggetarkan hati.

Lansia, ibu-ibu, dan anak-anak menyambut mereka dengan hangat, sebuah potret kedekatan yang jarang terlihat dalam rutinitas operasi keamanan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran kami bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Kaops Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos, S.I.K., M.H., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Damai itu harus dirasakan bersama, tidak hanya lewat kata, tetapi lewat aksi.”
Di sampingnya, Wakaops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan pentingnya pendekatan humanis Polri di tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya dikenal lewat seragam dan senjata. Kehadiran kami di sini juga membawa pesan damai dan kemanusiaan. Kami ingin menjadi sahabat bagi masyarakat Papua.”

Kegiatan sosial ini, menurut Kasatgas Humas Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., akan terus menjadi bagian dari strategi komunikasi dan pendekatan Satgas terhadap warga di berbagai wilayah operasi.
“Kami akan selalu mencari cara untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Ini juga bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Sesi pembagian sembako ditutup dengan doa bersama, diikuti pesan-pesan damai dari Anggota Polri.
Di antara deretan rumah kayu dan hijaunya perbukitan, suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Kampung Kulirik.

Sekilas, seolah batas antara warga dan Polri menghilang, digantikan oleh semangat kemanusiaan yang menyatukan.
Misi sederhana itu pun menjadi pengingat bahwa kedamaian bukan hanya soal keamanan, tetapi juga soal hadirnya rasa saling peduli.