AKU MENULIS PUISI DAN KAMU MENYEDUH KOPI
Secangkir Kopi Cak Mus – 28
–
aku menulis puisi dan kamu menyeduh kopi
aku merangkai imaji dan kamu nyata inspirasi
aku mengolah diksi dan kamu mengalah sadari
tak ada uang dalam sajak
namun kamu tetap senyum merampak
melangkahku rezeki pagi tak lagi sangsi
rezeki tak hanya materi lebih
kesehatan kesempatan tak ternilai
puisi lebih terbuka menilai diri
jiwa sering lalai mengawang bangga
berpijak ke bumi lumpur tanah salah melangkah
terhuyung kelayung tanpa duga
sesiangan melata tanpa arah
semalaman gentayang tanpa jera
aku menulis puisi dan kamu menyeduh kopi
tentang sederhana hati bermakna
daun yang tumbuh buah yang ranum
pepaya belakang rumah menggoda
mangga depan rumah rimbun anggun
kemangi samping rumah semerbak harum
udara pagi menyergap tantrum
jendela kamar terbuka semangat mentari
menikmati setiap fragmen hidup ini
kamu baca puisiku sambil tertawa
dalam nyata tak seindah hiperbola
namun kamu berkata bahagia
pada akhirnya akan indah meski sahaja
tidak bahana juga tidak apa-apa
Lamongan, 28-02-2026