BERMUHASABAH
ilustrasi AI
anto narasoma
–
1)
meski terkuak lebar
perdebatan akan selalu
berkelindan ke alur jiwa yang entitas dari tubuhmu
sebab,
jiwa dan tubuh selalu terpisah dari kehidupan dan kematian yang independen
dualisme dalam satu
karena jiwa terpisah dari aktivitas fisikmu. sebab sebagai produk pikiran dan perputaran otak yang berjarak dalam ingatan, entitas suara itulah berada dalam sebongkah tubuh yang independen
maka,
masuklah ke dalam dirimu. karena ayat-ayat yang memberi pesan lewat pandangan dan pikiran, terhampar pada ketebalan firman di dalam kitab-Nya
2)
saat kau lebur ke dalam mimpi, jiwa itu berjalan ke dalam ruang persepsi otakmu yang terpisah dari tubuhmu
maka,
ajaklah bicara pada jiwamu yang bertualang dari tubuh dan pikiran. karena petak-petak pikiran yang kau tinggalkan di luar impian semalam, telah membentuk psikologi yang utuh
maka,
sesosok diri ini tak lebih dari benda yang Kau bentuk secara holistik yang tak terpisah dari jiwa, tubuh, dan sepotong pikiran
dalam keyakinan utuh dari rambu-rambu filosofi tasawuf; tubuh, jiwa, dan pikiran, tak berjarak bagi kesadaran spiritual yang meraih-raih eksistensimu, Tuhanku
3)
ketika kubuka maknamu,
pelan-pelan kau menyapa untuk membersihkan pikiran diriku yang menyatu padamu
apakah kau jalani tapak-tapak spiritual yang menjadi guru dalam kaidah tasawuf sebatas bimbingan hati nurani?
lalu,
aku tafakur ke dalam refleksi dan kontemplasi diri sendiri, alam semesta, dan eksistensi-Mu, Tuhanku
setelah pikiranku terlelap dalam zikir, kau dan aku mengucap-ucap nama-Nya agar kedengkian itu tumbang untuk meningkatkan kesadaran spiritual di hatiku, fisik, dan pikiran tentang aku dan diri-Mu
Palembang,
24 Jamuari 2026