Blangkon: Jati Diri
Oleh Yusuf Achmad
–
Di pohon beringin, api merambat, kumasuk, terjebak di
blangkon putih. Lipatannya melingkar di kuncir rambut, seperti
bunga mekar, kuncir indah.
Di Jogja, belakang blangkon menonjol, blangkon terpasang
kokoh di kepala. Mengandung rahasia yang tak terungkap, tak
terlihat oleh mata yang memandang.
Seperti aku, terjebak di dalamnya, tak terlihat atau kasat mata.
Aku tak bisa bergerak di dalamnya, aku seperti di gua, bertapa.
Mencari makna dari blangkon, mengingatkan aku pada kesatria.
Pemakai blangkon putih, hati bersih, menjunjung budi pekerti,
tempat kelahiran dan cinta ibu pertiwi.
Tapi ada juga yang jual murah si blangkon Jogja, penjajah muda,
berjualan jajanan khas Jogya. Tapi tak peduli arti luhur blangkon
ini, aku heran, ragu, jika mereka berasal dari Jogja sejati.