April 21, 2026
yusuf11

Oleh Yusuf Achmad

Nyamuk dengung, gatal hinggap di kulit. Lebah gemuruh, amarah tergagap-gagap. Sirene berbunyi, aneka arti tersirat. Coretan cerewet, berarti penuh makna.

Siapa benci coretan masuk perangkap. Dicereweti tanpa henti henti. Merasa benar sendiri dalam perangkap. Tak tahu diri, tak jaga diri.

Siapa tak suka minum di ceret. Berpikir selerat-seleret. Seperti ritsleting berderak. Pikiran terbuka, bergerak.

Nyamuk bisa jadi teman sebelum tidur. Lebah berfaedah, bukan ubur-ubur. Sirene, carilah yang indah. Kalahkan api merah dengan cahaya. Atau kerlip sembuhkan penderita. Dari matinya hubungan mesra. Cipta bahagia tak terkira. Untukmu, si pencerewet juga.

Mulut ceret siapkan isi. Walau tak berderet-deret. Jangan coret jahat dan padat. Bikin keluh urat, pening jidat. Bila bertemu dengannya.

Wahai penerima kritik bermakna. Pilih ambil binatang mana. Pilah langkahi ia, dengan bijaksana. Bukankah hebat karena istri. Komentari jarang-jarang. Bukti cinta kasih tanpa henti. Terpandang di sana-sini.

Surabaya, 20-7-2023