May 6, 2026

Devile Bhayangkara ke-79: Satpam, Potmas, dan Ormas Tunjukkan Wajah Kamtibmas Bersama Polri

Oleh : joko

Sinergi Polri dan Masyarakat Tampil di Devile Hari Bhayangkara ke-79

http://suaraanaknegerinews.com | Jakarta, 1 Juli 2025 — Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun ini bukan sekadar perayaan institusional Polri, melainkan menjadi panggung kolaboratif antara Polisi dan elemen masyarakat, yang bersama-sama menggelar upacara dan devile kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Salah satu yang menarik perhatian publik adalah keikutsertaan Satpam, Linmas, dan unsur Potensi Masyarakat (Potmas) lainnya dalam barisan devile, sejajar dengan pasukan kepolisian dan mitra keamanan lainnya. Hal ini menjadi simbol kuat kemitraan strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Satpam dan Potmas: Garda Terdepan dari Warga

Kehadiran unsur masyarakat dalam devile kali ini bukan sekadar pelengkap seremoni, melainkan perwujudan nyata partisipasi warga dalam bidang keamanan lingkungan.

Para Satpam, Linmas, hingga relawan dari Pokdar Kamtibmas tampil disiplin dengan seragam khas masing-masing, memperlihatkan kesiapan dan komitmen bersama menjaga stabilitas nasional.

“Partisipasi aktif dari satuan pengamanan dan potensi masyarakat dalam upacara dan devile Hari Bhayangkara ke-79 merupakan bentuk nyata dari kemitraan Polri dan masyarakat,” ujar Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Sabtu (28/6/25).

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya simbolik, tetapi mencerminkan semangat gotong royong antara institusi dan komunitas.

 Kolaborasi Lintas Sektor: Dari Banser Hingga Pemuda Merah Putih

Selain Satpam dan Linmas, barisan devile juga melibatkan berbagai elemen masyarakat lainnya, termasuk: Ormas keagamaan: Banser NU, Kokam Muhammadiyah, Persis, Kelompok perempuan: Aisyiyah, Fatayat NU, Pemuda dan mahasiswa: dari berbagai perguruan tinggi serta komunitas Pemuda Merah Putih, Kelompok profesi: Buruh, kelompok tani dan Forum warga: Pokdar Kamtibmas.

Semua tampil dalam semangat persatuan, membawa panji-panji Bhayangkara dan mengenakan atribut organisasi masing-masing. Parade ini memperlihatkan keberagaman dalam satu tekad: menjaga kamtibmas secara partisipatif.

 Pesan Kebangsaan: Kamtibmas adalah Tanggung Jawab Bersama

Dalam keterangannya, Brigjen. Trunoyudo menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tahun ini mengedepankan pendekatan kolaboratif.

“Menjaga keamanan bukan semata tugas Polri, tapi tanggung jawab kita semua sebagai bangsa. Semangat Bhayangkara harus dihidupi bersama oleh seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui partisipasi ini, tumbuh kesadaran kolektif akan pentingnya stabilitas dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan ruang hidup yang aman, damai, dan berkeadaban.

 Parade Kebhinekaan dalam Satu Komando Bhayangkara

Devile yang digelar setelah upacara utama ini menjadi penanda kuat bahwa wajah keamanan Indonesia bukan hanya milik Polri, tetapi juga milik rakyat. Penampilan para peserta devile menampilkan: Disiplin baris-berbaris, Kostum khas dan simbol organisasi dan Semangat nasionalisme dan kebersamaan.

Di tengah modernisasi dan tantangan global, semangat kebhinekaan yang ditampilkan dalam parade ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan solidaritas sosial adalah kunci menjaga Indonesia tetap utuh dan damai.

 Penutup: Polri dan Rakyat, Mitra Sejati Kamtibmas

Melalui keterlibatan masyarakat dalam Hari Bhayangkara ke-79 ini, Polri ingin menyampaikan pesan penting:

Keamanan adalah milik bersama. Saat masyarakat dan Polri berdiri sejajar, ketertiban bukan hanya bisa dijaga, tetapi akan terus tumbuh dengan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif.

Peringatan di Monas ini menjadi bukti bahwa semangat Bhayangkara terus hidup dan berkembang — bukan hanya di pundak aparat, tetapi juga dalam hati setiap warga negara.