May 6, 2026

Evangelis Ir. Pieter Batilmurik Serukan Pertobatan dan Kesetiaan dalam Ibadah Minggu GBI MILOS Saumlaki

Oleh : Johanis Kopong

Evangelis Ir. Pieter Batilmurik Ajak Jemaat GBI MILOS Menanti Kedatangan Tuhan dengan Iman Murni

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Minggu 29 Juni 2025 – Dalam suasana mendung yang sejuk dan hujan ringan, jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS) Saumlaki berkumpul penuh khidmat di Gedung Gereja yang terletak di Jalan Ir. Soekarno, belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan.

Ibadah Minggu pagi ini diwarnai puji-pujian, penyembahan mendalam, dan khotbah penuh kuasa oleh Evangelis Ir. Pieter Batilmurik.

 Puji-Pujian dan Penyembahan Membuka Pintu Surga

Ibadah diawali dengan pujian dan doa pembukaan yang dipimpin oleh pelayan Tuhan, Marten Batmanlussy. Lagu-lagu penyembahan seperti “Mengalirlah Kuasa Roh Kudus”, “Allah Bangkit Bersoraklah”, dan “Aku Mengasihi Engkau Yesus” mengalir lembut membawa hadirat Tuhan memenuhi ruangan.

Doa pembuka pun ditegaskan dalam kesatuan hati:

“Kami akan menyampaikan kebenaran firman Tuhan. Kami lakukan dengan setia dan benar. Dalam nama Yesus kami berdoa. Haleluya.”

 Khotbah: Hidup Tak Bercacat di Hadapan Tuhan

Dalam khotbahnya, Evangelis Ir. Pieter Batilmurik mengangkat 2 Petrus 3:1-16 sebagai landasan refleksi. Firman dibacakan bergiliran oleh jemaat dan dibedah dengan tajam namun penuh kasih.

Beliau menekankan lima pokok utama dari teks tersebut: Peringatan akan pengejek di akhir zaman, Kesabaran Tuhan menanti pertobatan umat, Kedatangan Tuhan yang tiba-tiba, Ajakan hidup kudus dan berjaga-jaga dan Harapan akan langit dan bumi baru.

Dengan suara lantang namun bersahabat, ia menyampaikan:

“Roh Kudus menuntun ibadah kita. Jangan beri ruang bagi roh asing. Kita butuh api dari surga, jangan menjauh dari pertemuan ibadah. Dunia bisa melemahkan, tapi kita tidak kompromi dengan pekerjaan iblis.”

Pesan Kritis: Iman Murni, Tanpa Kepahitan

Evangelis Pieter tak segan menyentuh isu-isu rohani yang kerap diabaikan:

“Lingkungan bisa mencetak kita jadi pahit, marah, dan hidup jauh dari Tuhan. Tapi firman Tuhan menegaskan: setiap orang yang membenci saudaranya adalah pembunuh (1 Yohanes 3:15).”

Ia melanjutkan dengan tegas,

“Saya bersyukur terkoreksi di gereja kecil ini. Lebih baik saya terang-terangan menyampaikan di mimbar gereja daripada berbisik-bisik di belakang. Kita harus murni dalam kebenaran firman Tuhan.”

Persembahan Sukacita dan Warta Gereja

Ibadah dilanjutkan dengan persembahan penuh sukacita oleh pelayan Tuhan Marten Batmanlussy, diiringi lagu “Penuh Sukacita Dalam Tuhan”.

Kemudian, Pdt. Haris Borutnaban menyampaikan warta gereja untuk sepekan mendatang: Selasa: Menara Doa, Rabu: Ibadah WBGI, Kamis: Ibadah Komsel, Jumat: Ibadah Kaum Muda, Sabtu: Ibadah Puasa dan Minggu: Ibadah Umum & Sekolah Minggu.

Refleksi dan Doa: Kasih untuk Jiwa di Lumasebu

Gembala Sidang, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, menutup dengan refleksi menyentuh:

“Saya menangis dan berdoa untuk jiwa-jiwa di Desa Lumasebu. Itu tanggung jawab saya. Tuhan pasti buka jalan. Masuklah dalam bumi yang baru.”

Doa berkat yang dilantunkannya meneguhkan setiap jemaat:

“Tuhan akan memberkati anakmu, usahamu, keluargamu. Jadilah umat yang kudus dengan hidup menurut firman-Nya. Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”

 Penutup Penuh Damai

Ibadah ditutup dengan lagu “Bapa Terima Kasih”, kemudian jemaat saling berjabat tangan, berfoto bersama, menikmati snack ringan yang disediakan pelayan Gereja, dan berdiskusi santai. Semuanya pulang dengan hati dipenuhi sukacita dan berkat Tuhan.