February 11, 2026

yusuf achmad

Entah suara itu ada atau tiada
Namun sunyi menggelegar tanpa jeda
Malam merayu, pikiran terbuai
Suara berdesir—di telinga, atau hanya di dalam sanubari?
 
Telinga, rasa, pikiran berpadu
Bercengkerama dalam remang kabur
Detak jantung berbisik, perut menggemuruh
Mulut merintih, mengadu, memohon
Pasrah hanyut, “opo jare…”
 
Ruangan ini, ubin menapak kaki
Angin kecil menjelajahi sunyi
Deru hati tetap berseru
Sementara bibir tak henti berzikir
 
Tiba-tiba diri menjelma ulama
Tanpa dosa, hanya berkah semata
Menafsir isi hati manusia dan setan durjana
Menghakimi sesama, memerintah bak raja
Menindas jiwa, mengurung pikiran dalam prasangka
 
Untung ada nyamuk kecil di telinga
Sayapnya bergetar, membisikkan kesadaran
Jika diri rapuh, kalah oleh dengung nyamuk
Ia kecil, tak merasa hina
Ia terbang, tanpa merasa jumawa
Sayapnya rapuh, namun suaranya abadi
Menggema bak dengung malaikat
 
Surabaya, 15 April 2025