DI LOKO COFFEE SHOP JALAN MATARAM
anto narasoma
–
tiga wajah saling menyimpan jejak-jejak masa lalu. hanya kesepian yang diutarakan lewat kesenyapan tanpa suara
dialog pun hanya isyarat yang kau tuangkan ke dalam tiga cangkir pembicaraan; setelah keakraban menjadi monolog
di atas sehamparan naskah cerita
: mengapa lakon dalam
monolog yang kau
ungkap pada seucap
pertemuan menjadi
cerita dari kisah
ke kisah?
lihatlah,
dari suasana perjumpaan pada
loko coffee shop
jalan mataram inilah –kau catat di setiap permainan senja
ah, betapa nikmatnya pembicaraan dalam secangkir kopi tanpa gula, katamu
sebab,
seberkas pembicaraan
yang kau bawa setelah air kopi ini melintasi pikiran, menjadi naskah panggung sebelum kesucian ramadan tiba
Jogja
15 September 1989