Hargai Perjuangan Prestasi ke UI: Kepala MAN Sawahlunto Serahkan Piagam Penghargaan
SAWAHLUNTO (Humas) 9 Februari 2026 MAN Kota Sawahlunto kembali menorehkan kisah tentang ketekunan, pengabdian, dan mimpi yang dirawat dengan sabar. Pagi itu di sela -sela Upacara Bendera, suasana halaman madrasah terasa berbeda lebih khidmat, lebih hangat, seolah setiap sudutnya ikut bersaksi atas perjuangan panjang yang akhirnya berbuah manis.
Kepala MAN Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro secara resmi menyerahkan piagam penghargaan kepada lima orang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang telah menjadi pendamping dan pembina TKA LOKASIA, sebuah ikhtiar akademik yang mengantarkan prestasi membanggakan hingga ke Universitas Indonesia (UI) kampus impian yang menjadi mercusuar ilmu pengetahuan bangsa.
Para GTK yang menerima piagam Rita Elmiza Guru Bahasa Indonesia, Musriyeni Guru Seni Budaya, Astri Winanda Guru Geografi, Syafri Ervandi wakil kepala bidang Kesiswaan dan Marthaleny tenaga pengadiministasi.
Penyerahan penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah bentuk penghormatan atas kerja sunyi para pendidik yang setia berjalan di belakang layar, membimbing dengan kesabaran, menyalakan api semangat, dan menjaga nyala mimpi para siswa agar tidak padam oleh lelah dan ragu.
Acara tersebut didampingi oleh Kepala Urusan Tata Usaha Yurmaini serta jajaran pimpinan madrasah Wakil Kepala Bidang Kurikulum Oky Loly Weny, Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Husein Al Haves, dan Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Nofri Hendra.
Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi dan kekuatan kolektif dalam membangun mutu pendidikan di MAN Kota Sawahlunto.
Disaksikan oleh seluruh GTK dan para siswa, momen penyerahan piagam berlangsung penuh haru. Tepuk tangan yang menggema bukan hanya suara apresiasi, tetapi juga ungkapan terima kasih yang tulus dari sebuah keluarga besar madrasah kepada para pejuang pendidikan.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro menegaskan bahwa prestasi yang diraih bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan buah dari kebersamaan, disiplin, dan ketulusan dalam mendidik. “Prestasi ke UI adalah bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional. Namun lebih dari itu, ini adalah cermin dari dedikasi para pendidik yang tak pernah lelah membimbing,” tutur Dafril.
Piagam penghargaan yang diserahkan hari itu mungkin hanya selembar kertas berbingkai, tetapi maknanya jauh melampaui bentuk fisiknya. Ia adalah pengakuan atas waktu yang dikorbankan, atas doa yang dipanjatkan diam-diam, dan atas keyakinan bahwa setiap anak didik memiliki masa depan yang layak diperjuangkan.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor: DTB