Jadi Pembina Upacara : Kepala MAN Kota Sawahlunto Ajak Siswa Sambut Ramadhan dengan Hati Suci
SAWAHLUNTO (Humas) 9 Februari 2026 Di lapangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Di bawah langit yang mendung, derap langkah seragam para siswa memecah keheningan, mengawali upacara bendera hari Senin yang berlangsung dengan khidmat dan penuh disiplin, Senin 9 Februari 2026.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, berdiri tegak di podium utama. Kehadirannya bukan sekadar pemimpin formal, melainkan sosok ayah yang membawa pesan spiritual dan visi besar bagi lembaga yang dipimpinnya.
Mengawali amanat suara Dafril mengalun tenang namun berwibawa memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada para pelaksana upacara dan seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa.
”Upacara bukan sekadar rutinitas baris-berbaris. Ia adalah manifestasi dari ketundukan jiwa pada aturan dan penghormatan pada simbol negara. Terima kasih kepada anak-anakku semua yang telah menghidupkan ruh upacara ini dengan sangat baik,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.
Memasuki inti pesan, narasi amanat bergeser pada persiapan batin. Mengingat bulan suci Ramadhan yang sudah di ambang pintu, Dafril mengajak seluruh keluarga besar MAN Kota Sawahlunto untuk melakukan “revolusi spiritual”.
Perkuat Mental Menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis, Bersihkan Hati Membuang segala residu kedengkian dan penyakit hati, Keikhlasan Menjadikan madrasah sebagai ladang ibadah sebelum memasuki bulan pengampunan.
”Ramadhan adalah madrasah sejati. Maka sebelum ia datang, bersihkan halaman hati kita agar cahaya keberkahan bisa masuk tanpa penghalang,” tambah Dafril Tuanku Bandaro.
Kepala MAN Kota Sawahlunto tidak hanya berhenti pada kesalehan ritual. Dafril Tuanku Bandaro menegaskan bahwa madrasah ini memiliki ambisi yang melampaui batas-batas geografi Sumatera Barat. Ia mencanangkan visi MAN Kota Sawahlunto Go National & International.
Langkah nyata untuk mewujudkan visi “mendunia” ini dilakukan melalui adaptasi teknologi digital. Segala denyut nadi kegiatan di madrasah kini tidak lagi tersimpan dalam dinding-dinding kelas, melainkan disiarkan ke seantero jagat melalui Instagram Official sebagai jendela estetika kegiatan, YouTube Channel sebagai wadah dokumentasi dan kreativitas inspiratif, Media Sosial Lainnya sebagai jembatan komunikasi global.
Upacara pun berakhir saat angin pagi berembus sepoi, membawa harapan baru bagi para siswa. Di bawah kepemimpinan Dafril Tuanku Bandaro, MAN Kota Sawahlunto kini bukan sekadar sekolah, melainkan sebuah kapal besar yang siap berlayar menuju samudera prestasi dunia.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor: DTB