April 18, 2026

Di Tengah Pagi yang Cerah di UST Manila, Imam Asal Tanimbar Membagikan Sabda Harapan dan Keteguhan Iman

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina — Di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, suasana Senin pagi, 2 Juni 2025, diselimuti keheningan rohani dan semangat refleksi.

Seorang imam muda asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku – Indonesia, RD Domincs Baldawins Masriat, tampil sebagai sosok inspiratif di tengah komunitas akademik dan religius di Filipina.

Dikenal sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, RD Domincs membagikan pesan harapan melalui renungan harian bertajuk “Sejenak Sabda”, yang rutin ia sampaikan setiap awal pekan.

Dalam refleksi Senin pagi itu, ia mengangkat kekuatan iman menghadapi penderitaan dan makna hidup dalam kuasa Roh Kudus.

“Jangan Putus Asa, Kristus Telah Menang”

Mengacu pada bacaan Injil Yohanes 16:29–33 dan Kisah Para Rasul 19:1–8, RD Domincs menyampaikan dua pesan kunci:

“Dalam dunia kita memiliki banyak penderitaan, mungkin juga penganiayaan. Tetapi jangan hilang semangat. Kuatkanlah hati, karena Yesus telah mengalahkan segala penderitaan itu,” ungkapnya dengan nada teduh dan penuh keyakinan.

Sebagai imam yang melayani lintas budaya, RD Domincs menunjukkan bahwa iman tak mengenal batas geografis.

Ia mengajak umat Katolik, khususnya generasi muda, untuk tetap kokoh di tengah tantangan hidup, dengan meneladani kemenangan Kristus atas segala bentuk penderitaan.

Hidup dalam Kuasa Roh Kudus

Dalam bagian kedua renungannya, RD Domincs mengajak seluruh umat untuk mensyukuri anugerah baptisan yang telah menjadikan setiap pribadi sebagai bagian dari tubuh Kristus yang hidup.

“Mari kita berusaha hidup dalam Roh, agar kata dan perbuatan kita benar-benar menjadi saluran penghiburan dari Roh Kudus,” ajaknya.

Pesan ini bukan sekadar renungan teologis, melainkan panggilan untuk mewujudkan kehidupan yang penuh kasih, empati, dan kesaksian iman yang nyata—di kampus, di masyarakat, dan di tengah dunia yang terus berubah.

Dari Tanimbar ke Manila: Iman yang Menyeberangi Samudra

Kehadiran RD Domincs di Manila bukan hanya sebagai mahasiswa atau imam, tapi sebagai jembatan budaya dan rohani antara Indonesia dan Filipina.

Suara dan pesannya yang sederhana namun penuh makna menjadi pengingat bahwa iman Katolik bersifat universal dan mampu melampaui batas-batas negara, bahasa, dan pengalaman hidup.

Di akhir renungannya, ia menutup dengan doa:

“Ya Allah, semoga dengan berkatMu, kami sungguh-sungguh hidup di dalam kuasa Roh Kudus.”

Sebuah kalimat singkat, namun mencerminkan kerinduan umat untuk terus berakar dalam kekuatan ilahi di tengah dunia yang penuh tantangan.

Salam Damai dari Manila

Dengan penuh kasih, RD Domincs menyampaikan salam dan doa kepada semua umat:

“Salam kasih dan doa,” tulisnya hangat.

Dalam sosoknya, terlihat gambaran nyata dari generasi muda Gereja Katolik yang tak hanya belajar dan melayani, tapi juga terus menabur harapan dan semangat dari balik altar hingga ke ruang-ruang digital tempat umat mencari penguatan iman.