Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila MTsN 1 Padang, Isrizal Kobarkan Semangat Indonesia Raya
Pimpin Upacara Hari lahir Pancasila MTsN 1 Padang, Isrizal Kobarkan Semangat Indonesia Raya
–
Padang, Suara Anak Negeri—Semangat merah-putih telah lebih menyala di halaman MTsN 1 Padang. Senin, 2 Juni 2025, madrasah ini menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila. Dengan wajah-wajah muda yang berseri, para siswa berdiri tegap, menyongsong hari dengan penuh hormat. Di tengah barisan, Kepala Madrasah, Isrizal, berdiri sebagai pembina upacara, memandu langkah seluruh warga madrasah dalam menapak nilai-nilai luhur bangsa.
Dengan irama suara yang tenang namun membakar jiwa, Isrizal membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Yudian Wahyudi. Pidato itu tidak hanya menjadi rentetan kata-kata, melainkan semacam suluh yang menyalakan kembali api cinta tanah air di dada setiap pendengarnya.
“Pancasila bukan sekadar dokumen historis,” ucap Isrizal membacakan, “melainkan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”
Upacara yang diselenggarakan secara khidmat itu melibatkan pengurus OSIM dan pasukan Pramuka sebagai pelaksana teknis lapangan, dengan dukungan penuh dari seluruh guru dan tenaga kependidikan. Hadir pula dalam upacara ini unsur pimpinan madrasah: Humaira Lubis (Kaur TU), Idra Putri, Hj. Maryani Sastera, Suhelri, Dafril, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan. Siswa kelas VIII pun hadir mengikuti dengan penuh disiplin.
Dalam pidatonya, Isrizal tak sekadar membacakan naskah. Ia menghidupkan setiap makna, menafsirkan tiap kalimat sebagai ajakan moral dan spiritual. Ia menyerukan kepada seluruh warga madrasah agar menjadikan Pancasila sebagai napas kehidupan, bukan sekadar hafalan kosong yang beku di dalam buku.
“Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya,” kutip Isrizal, “maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan.”
Lebih lanjut, melalui pidato yang sarat makna, Kepala BPIP mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, gelombang disinformasi dan paham radikalisme, Pancasila harus dijaga seperti pusaka warisan leluhur yang tak ternilai. Di ruang-ruang kelas, di balik layar gawai, bahkan dalam interaksi sehari-hari—nilai-nilai luhur bangsa ini mesti terus ditanam dan dirawat.
Isrizal, dalam catatan akhirnya, membakar semangat seluruh peserta dengan ajakan yang menggema: “Mari kita gaungkan semangat Indonesia Raya dari sini, dari madrasah kita tercinta. Dari Padang, untuk Indonesia!”
Isrizal mengatakan bahwa apa yang kita lakukan hari ini selaras dengan amanat pimpinan mulai dari Presiden Prabowo, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, Kakanwil kemenag Sumbar Dr. H. Mahyudin, Kakankemenag Kota Padang, H. Edy Oktafiandi,dalam rangka mengaktualisasikan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden serta PROTAS Kemenag RI.
Tak ada teriakan, tapi semangat itu terasa meluap. Sorot mata para siswa menyala. Para guru pun larut dalam gelora semangat kebangsaan. Upacara ditutup dengan nyanyian “Indonesia Raya” yang menggema lantang dan menggetarkan sukma—sebuah simfoni kebangsaan yang menggugah rasa dan menyatukan jiwa.
Di balik pagar madrasah itu, semangat Pancasila mengakar. Tidak hanya diucap, tapi mulai dijalani di ruang belajar, di cara mengabdi, dan dalam cara mencintai negeri. Dirgahayu Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Salam Pancasila.