DIPANGGIL MENJADI OBAT PENYEMBUH
RABU 14/1/2025
Pekan Biasa I (H)
– 1 Sam. 3:1-10.19-20
– Markus 1:29-39
Samuel dipanggil melakukan Perintah Allah dan tak ada satu pun Sabda Allah yang dibiarkan gugur (1 Samuel 3:19).
Yesus datang untuk melakukan kehendak Bapa, bukan untuk melakukan segala sesuatu menurut kehendak dan suka-Nya sendiri.
Kita beriman juga merupakan panggilan dan perutusan untuk melakukan Sabda Allah dalam perbuatan nyata. Iman tanpa praktek Firman itu dusta.
Saudari – saudara terkasih.
1). Kita tidak beriman untuk hidup menurut suka-suka sendiri, tetapi untuk hidup menurut Sabda Allah dalam perbuatan nyata.
2). Hidup menurut Sabda Allah itu bukan untuk kepentingan Allah, tetapi untuk kepentingan kita sendiri, yaitu bahagia di dunia dan selamat di akhirat.
3). Yesus menyembuhkan banyak orang yang sakit berbagai penyakit dan mengusir berbagai jenis setan. Artinya, kita yang beriman juga menjadi orang yang menyembuhkan (OBAT PENYEMBUH), bukan menjadi VIRUS PERUSAK yang menimbulkan penyakit.
Semoga kata-kata dan perbuatan kita menyejukkan dan menyembuhkan yang sakit; bukan menyesatkan, melukai, menyakiti dan mencelakakan.
Semoga kata-kata dan perbuatan kita tidak membutakan dan melumpuhkan orang lain; tetapi justru membuat orang buta melihat dan lumpuh berjalan.
Semoga kata dan perbuatan kita tidak membuat orang lain seperti kerasukan setan; tetapi justru membuat orang lain hidup sehat, normal dan bermartabat. Tuhan memberkati. Amin.
P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Wednesday, January 14, 2026