Dirgahayu Indonesia ke-80: Refleksi Kemerdekaan bersama RD. Domincs Baldawins Masriat
Oleh : joko
HIDUP DALAM KASIH, SETIA PADA TUHAN DAN NEGARA
Renungan RD. Domincs Baldawins Masriat dari Central Seminary UST Manila
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Minggu, 17 Agustus 2025 – Suasana penuh syukur mewarnai perayaan Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang diperingati oleh komunitas mahasiswa Katolik di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina.
Di tengah momen bersejarah ini, RD. Domincs Baldawins Masriat, pastor asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, yang kini menjalani perutusan sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, membagikan pesan iman dalam renungan bertajuk Sejenak Sabda.
Kepemimpinan yang Berakar pada Kebijaksanaan
Dalam refleksinya, RD. Domincs menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak boleh lahir dari ambisi akan kekuasaan semata.
“Kepemimpinan yang sejati harus berakar pada kebijaksanaan dan keadilan. Pemimpin sejati adalah ia yang mengantar sesama semakin dekat dengan Tuhan dan semakin sejahtera dalam hidup,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus hidup dalam kesederhanaan dan pengendalian diri, agar tidak terjebak dalam godaan kekuasaan, harta, maupun relasi yang tidak sehat.
Negara Merdeka Hidup dalam Kasih
Renungan berlanjut pada makna kemerdekaan bangsa. Bagi RD. Domincs, kemerdekaan sejati bukan hanya soal bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang hidup dalam cinta kasih.
“Negara yang merdeka adalah negara yang hidup dalam kasih, mencintai Tuhan dan sesama. Marilah kita hidup sebagai orang-orang merdeka, berani melepaskan diri dari berbagai kejahatan yang membelenggu hidup kita,” pesannya.
Warga Gereja, Warga Negara
RD. Domincs juga mengingatkan umat Katolik agar menghadirkan kualitas hidup ganda: sebagai warga Gereja sekaligus warga negara yang baik.
“Jiwa dan raga kita sebagai orang Katolik harus menyatu dalam jiwa Indonesia Raya. Hendaknya kita taat pada kebijakan Gereja, sekaligus patuh pada kebijakan negara. Itulah wujud nyata iman dan cinta tanah air,” ungkapnya.
Doa untuk Bangsa
Renungan ditutup dengan doa sederhana namun penuh makna: “Ya Allah, berkatilah kami agar kami sungguh-sungguh hidup dalam kemerdekaan yang sejati.”
Dengan penuh kasih dan harapan, RD. Domincs menyampaikan salam doa bagi seluruh bangsa Indonesia, seraya mengucapkan selamat ulang tahun kemerdekaan ke-80:
“Dirgahayu Republik Indonesia: Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”